Menteri Ara Sambangi Istana, Bahas Kelanjutan Program Gentengisasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 19:29
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait yang akrab dipanggil Arabmenyambangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026, untuk membahas kelanjutan program gentengisasi bersama Presiden Prabowo Subianto.

Menteri yang akrab disapa Ara itu mengatakan, pemerintah telah menyiapkan pengiriman jutaan genteng produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Majalengka, Jawa Barat. Pengiriman dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2026 dengan melibatkan sekitar 600 truk.

"Kita sudah siap 8 November untuk pengiriman 600 truk dan 2,4 juta genteng dari Majalengka," kata Ara.

Ara menjelaskan, seluruh genteng tersebut telah menjalani pengujian kualitas dan memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Keterlibatan UMKM lokal diharapkan dapat memperkuat industri dalam negeri sekaligus memastikan material bangunan yang digunakan memenuhi standar mutu.

Baca Juga: Menko Bahlil Ungkap Dugaan Tambang di Lahan Sawit

Untuk mendukung pelaksanaan program, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui kerja sama dengan sejumlah perbankan, di antaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).

Distribusi genteng akan dilakukan secara bertahap ke sejumlah daerah di Pulau Jawa untuk menunjang renovasi rumah masyarakat melalui program bedah rumah. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah prioritas, dengan sekitar 49.000 rumah yang ditargetkan direnovasi pada tahun ini.

"Di Jawa Barat itu kan kita merenovasi rumah dengan program bedah rumah. Tahun ini ada sekitar 49 ribu rumah di Jawa Barat saja. Nanti kalau di Jawa Tengah itu titik pengirimannya ada rencananya di Kebumen. Kalau di Jawa Timur titik pengirimannya dari Trenggalek." tambahnya.

Selain Jawa Barat, pemerintah merencanakan titik distribusi genteng di Kebumen, Jawa Tengah, dan Trenggalek, Jawa Timur. Penentuan lokasi tersebut turut mempertimbangkan keberadaan UMKM yang bergerak di bidang produksi genteng.

Program gentengisasi ini diarahkan untuk mendorong penggunaan genteng sebagai material atap rumah masyarakat sekaligus mengurangi penggunaan atap seng. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyoroti potensi persoalan kesehatan dan lingkungan yang berkaitan dengan penggunaan seng dan asbes pada hunian.

Prabowo menilai, atap seng yang mudah berkarat serta paparan bahan kimia dari material tertentu perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.

"Seng ini cepat berkarat, dan karat ini tidak baik untuk kesehatan. Banyak anak muda kena kanker paru-paru padahal tidak merokok. Itu dari mana? Dari karat, dari asbes, dari macam-macam kimiawi," tegas Prabowo.

x|close