Lapor Prabowo, Bahlil: Sungai Dangkal, Rute BBM Harus Lewat Darat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 18:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, melaporkan tantangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) kepada Presiden Prabowo Subianto menyusul fenomena pendangkalan sungai di pedalaman Kalimantan dan Papua yang memaksa pengalihan rute pasokan ke jalur darat.

Laporan tersebut disampaikan Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia menjelaskan bahwa kendala cuaca telah menyebabkan surutnya kedalaman air di sejumlah alur sungai utama, sehingga kapal pengangkut BBM tidak dapat melintas.

"Cuma memang kita harus antisipasi di beberapa wilayah yang akibat daripada cuaca ini pendangkalan sungai. Di Kalimantan itu terjadi pendangkalan sungai, di Papua juga di Asmat itu terjadi pendangkalan sungai, yang tadinya bisa lewat laut, sekarang kita harus putar lewat darat. Jadi secara umum untuk stok nasional kita insyaallah aman di atas rata-rata. LPG juga di atas rata-rata 13 hari, yang lainnya di atas 20 hari," lapor Bahlil kepada Presiden sebagaimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 23 Oktober 2026.

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,45 Persen, Prabowo Jaga Daya Beli Rakyat

Bahlil menerangkan pengalihan rute logistik ke jalur darat tersebut menjadi langkah darurat agar pasokan energi bagi masyarakat di wilayah pedalaman tetap terjaga kendati harus menempuh jarak tempuh yang lebih memutar.

Ia menyampaikan kendala yang terjadi murni merupakan persoalan teknis distribusi akibat faktor alam, bukan karena kekurangan pasokan.

Secara keseluruhan, cadangan BBM nasional berada dalam posisi aman dan mencukupi kebutuhan harian masyarakat.

"Untuk cadangan BBM kita sekarang, untuk Pertalite, Bapak Presiden, di angka 16 sampai 18 hari. Ini yang subsidi, RON 90. Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional," tambahnya.

Merespons berbagai dinamika dan tantangan distribusi energi di lapangan, Prabowo mengingatkan jajaran kementerian dan badan usaha milik negara terkait untuk terus memperkuat koordinasi agar hambatan logistik dapat diatasi bersama secara terpadu.

"Jadi pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama, kita atasi bersama, ya. We have to work as a team," ujar Prabowo.

x|close