Bahlil Bocorkan Lima Lokasi Area Konsesi Tambang yang Disoroti Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 17:31
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (23/10/2026). Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (23/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membeberkan bahwa kelima area konsesi tambang yang sebelumnya disoroti oleh Presiden Prabowo Subianto tersebar mulai dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga ke tanah Papua.

“Itu ada di NTB, kemudian ada juga di Papua dan beberapa daerah lagi,” ucap Bahlil saat ditemui awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat 23 Oktober 2026.

Bahlil menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan instruksi langsung kepada dirinya agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelima wilayah konsesi tersebut. Berdasarkan catatan kementerian, komoditas utama yang terkandung di dalam kelima area konsesi tambang itu didominasi oleh mineral berharga tinggi, yakni tembaga dan emas.

“(Komoditasnya) tembaga sama emas,” ujar Bahlil menegaskan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memang sempat mengungkap perihal laporan penerimaan data mengenai lima area konsesi di Indonesia yang menyimpan potensi nilai cadangan mineral pasti (proven reserves) fantastis, yang ditaksir mencapai angka Rp5.400 triliun atau setara dengan 300 miliar dolar AS.
 

Dalam arahannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis, Kepala Negara secara tegas mengingatkan seluruh jajaran kementerian dan lembaga terkait agar tidak bersikap longgar atau terlalu mudah dalam menerbitkan izin konsesi maupun Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada badan usaha.

“Sebagai contoh, baru saja saya menerima laporan bahwa ada lima (area) konsesi, lima IUP, dari sekian ratus IUP, lima IUP memiliki cadangan proven, yang didasarkan atas studi cadangan JORC namanya, nilainya itu Rp5.400 triliun, 300 miliar dolar (AS), (dari) lima konsesi,” ungkap Presiden Prabowo.

Melalui temuan bernilai strategis pada kelima area konsesi tersebut, Presiden meyakini bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam luar biasa besar. Oleh karena itu, aset dan kekayaan negara di sektor pertambangan harus segera dikuasai dan dijaga ketat agar pengelolaannya tidak jatuh ke tangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kita tidak boleh terlalu mudah membagi-bagi konsesi. Jadi kita harus teliti, yang kita percayakan konsesi itu, dia benar punya kemampuan atau tidak untuk menjalankan. Masalahnya, banyak konsesi kita berikan, puluhan tahun tidak dikerjakan,” pungkas Presiden Prabowo.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close