Ntvnews.id, Jakarta -Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, telah mengalami letusan sebanyak lima kali secara berturut-turut dalam rentang waktu beberapa jam pada Selasa (20/10).
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, saat memberikan keterangan di Jakarta pada Selasa, menyampaikan bahwa rangkaian aktivitas vulkanik tersebut terpantau berlangsung sejak dini hari hingga siang hari, dengan ketinggian kolom abu vulkanik yang teramati bervariasi antara 300 hingga 500 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan laporan resmi dari pos pengamatan, erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 03.52 WIT dengan ketinggian kolom abu mencapai sekitar 300 meter. Kolom abu tersebut berwarna kelabu dengan intensitas sedang serta condong bergerak ke arah timur. Letusan pembuka ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi selama 37 detik.
Aktivitas letusan kembali terulang pada pukul 09.55 WIT dengan ketinggian kolom abu yang sama, yakni 300 meter di atas puncak, namun dengan arah sebaran condong ke timur laut. Letusan kedua ini terekam dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi selama 1 menit 24 detik.
Tidak berselang lama, menurut Lana, letusan ketiga menyusul pada pukul 10.30 WIT dengan elevasi kolom abu yang lebih tinggi, yakni mencapai 500 meter di atas puncak dengan arah sebaran mengarah ke barat laut. Letusan tersebut tercatat memiliki durasi 1 menit 13 detik serta amplitudo maksimum 28 milimeter.
Ia menambahkan bahwa intensitas erupsi masih terus berlanjut hingga siang hari, masing-masing tercatat pada pukul 13.10 WIT dengan tinggi kolom abu 300 meter yang condong ke arah barat, serta erupsi kelima pada pukul 14.39 WIT dengan tinggi kolom abu 300 meter yang mengarah ke timur laut. Sebagian besar rangkaian letusan tersebut terekam dengan karakteristik amplitudo maksimum yang relatif seragam, yakni sebesar 28 milimeter.
Menyusul eskalasi rangkaian aktivitas vulkanik tersebut, Badan Geologi menyatakan bahwa status keaktifan Gunung Ibu saat ini masih berada pada Level II atau Waspada.
Sehubungan dengan status tersebut, Badan Geologi memperketat rekomendasi keselamatan dengan mengeluarkan larangan tegas bagi masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius dua kilometer, serta memperluas zona larangan sejauh 3,5 kilometer secara sektoral ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif.
Selain itu, warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diimbau agar senantiasa mengenakan perlengkapan pelindung pernapasan berupa masker serta pelindung mata guna mengantisipasi dampak hujan abu vulkanik di sekitar kawasan yang terdampak.
Masyarakat juga diminta untuk terus menjaga kondusivitas lingkungan sekitar, tidak mempercayai serta menyebarkan informasi atau berita bohong (hoaks), dan senantiasa merujuk pada arahan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici, Halmahera Barat.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi: Gunung Ibu menyemburkan abu vulkanik setinggi hingga 600 meter dari atas puncak gunung. (Antara)