Danantara Targetkan Laba Tembus Rp334 Triliun pada Akhir 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 20:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan pertumbuhan realisasi laba (profitabilitas) kolektif BUMN di bawah Danantara melonjak signifikan. Bahkan, Danantara menargetkan profitibilitas mencapai angka Rp 334 triliun pada akhir 2026 mendatang.

Hal itu disampaikan Rosan dalam laporannya pada sidang kabinet paripurna 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. 

"Dari segi pertumbuhan profitabilitas juga meningkat cukup signifikan, Bapak, sehingga pada target di akhir tahun ini bisa mencapai Rp 334 triliun," kata Rosan dikutip dari tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat, 23 Oktober 2026.

Rosan mengatakan, Danantara juga terus menjalankan streamlining untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan mengoptimalisasi aset. Dikatakan, saat ini sudah 364 perusahaan merugi yang telah ditutup. Danantara menargetkan tutup 700 perusahaan merugi hingga akhir 2026.

Baca Juga: Kapolri Ungkap 243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Kasus Karhutla

"Dan angka ini akan terakselerasi sampai dengan bulan Desember, sehingga target kami untuk bisa melakukan streamlining, insyaallah mencapai 700 perusahaan itu bisa terwujud di akhir bulan Desember," katanya.

Dalam kesempatan ini, Rosan selaku menteri investasi dan hilirisasi juga melaporkan capaian investasi. Dikatakan, realisasi investasi selama 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo terhitung sejak Oktober 2024 hingga September 2026 mencapai nyaris Rp 4.000 triliun atau Rp 3.923,2 triliun.

“Mulai bulan Oktober 2024 sampai dengan September 2026, total investasi yang sudah masuk sebesar hampir Rp4.000 triliun Bapak Presiden, atau Rp3.923,2 triliun,” kata Rosan.

Rosan menjelaskan dari sisi penyerapan tenaga kerja, realisasi investasi selama periode tersebut telah menyerap 5.485.944 orang. Sementara itu, investasi di luar Jawa mencapai 51,8%, sedangkan investasi di Jawa tercatat 48,2%.

“Penyerapan tenaga kerjanya mencapai 5.485.944 orang. Dan kontribusi Jawa-luar Jawanya memang luar Jawa adalah 51,8% atau Rp2.031 triliun dan Jawa 48,2% atau Rp1.892,2 triliun,” ucap Rosan.

Rosan menuturkan berdasarkan asal modal, investasi dalam negeri mencapai Rp1.998,7 triliun, sedangkan penanaman modal asing mencapai Rp1.924,5 triliun.

“Investasi dalam negerinya 50,9% atau Rp1.998,7 triliun dan penanaman modal asing adalah Rp1.924,5 triliun. Jadi ini adalah selama dua tahun persis Bapak Presiden, dari dua tahun Kabinet Merah Putih di bawah pimpinan Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden,” ujar Rosan.

x|close