Gelar Pleno Ketiga, Wantimpres Undang Menkeu untuk Jelaskan Postur Anggaran Pemerintah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 05:22
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI) mengundang Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai narasumber dalam Rapat Pleno Ketiga Wantimpres RI Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI) mengundang Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai narasumber dalam Rapat Pleno Ketiga Wantimpres RI (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI) mengundang Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai narasumber dalam Rapat Pleno Ketiga Wantimpres RI, Kamis, 22 Oktober 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk memperoleh penjelasan mengenai postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kondisi fiskal nasional, serta arah kebijakan anggaran pemerintah pada 2026 dan 2027.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Wantimpres RI, Pratikno, tersebut menjadi forum bagi para anggota untuk memperoleh gambaran mengenai kebijakan fiskal dari berbagai perspektif. Pratikno menekankan bahwa kebijakan fiskal memiliki keterkaitan dengan berbagai bidang yang menjadi perhatian Wantimpres, mulai dari politik, hukum, dan keamanan hingga kesejahteraan sosial serta ekonomi dan keuangan.

“Kami ingin memperoleh gambaran tentang postur kebijakan fiskal kita. Di Wantimpres, kami ada tiga bidang, yaitu politik, hukum, dan keamanan; kesejahteraan sosial, agama, dan budaya; serta ekonomi dan keuangan. Tetapi, fiskal bukan hanya terkait dengan bidang ekonomi dan keuangan. Bidang-bidang yang lain juga sangat terkait dengan kita,” ujar Pratikno di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.

Dalam paparannya, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan perkembangan kondisi ekonomi dan fiskal nasional sepanjang 2026 serta gambaran postur APBN 2027. Penjelasan mencakup perkembangan pendapatan dan belanja negara, pembiayaan, serta alokasi anggaran di berbagai sektor, termasuk perlindungan sosial, penanggulangan bencana, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Suahasil juga menguraikan tiga fungsi utama APBN, yakni alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Ketiga fungsi tersebut menjadi landasan dalam pengelolaan keuangan negara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, serta menjaga stabilitas perekonomian di tengah berbagai tantangan global dan domestik.

Baca Juga: Dilantik Prabowo jadi Watimpres, Rocky Gerung: Dewan Ini Fungsinya Kritis, Bukan Kritik

“Pemerintah akan terus menjaga APBN sebagai instrumen yang menumbuhkan ekonomi, melindungi masyarakat, dan tetap kredibel, sehingga pertumbuhan dapat terus terjaga, kesejahteraan meningkat, dan stabilitas ekonomi tetap kuat,” ujar Suahasil.

Dalam kesempatan tersebut, Suahasil turut menjelaskan peran Kementerian Keuangan dalam mengelola APBN untuk mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas Presiden, dengan tetap menjaga kesehatan dan kesinambungan fiskal.

Usai pemaparan sekitar 30 menit, rapat dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang dimoderatori Wakil Ketua Wantimpres RI, Muhammad Hatta Rajasa. Hampir seluruh anggota Wantimpres turut menyampaikan pandangan, pertanyaan, dan masukan kritis berdasarkan pengalaman serta latar belakang keahlian masing-masing.

Diskusi berlangsung dua arah, mempertemukan penjelasan kebijakan fiskal dari Kementerian Keuangan dengan berbagai perspektif strategis para anggota Dewan. Melalui pertemuan tersebut, Wantimpres menghimpun informasi mengenai kondisi fiskal serta arah kebijakan anggaran pemerintah sebagai bahan pendalaman isu-isu strategis nasional dalam menjalankan tugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Rapat pleno ketiga tersebut dipimpin Ketua Wantimpres RI Pratikno, dihadiri Wakil Ketua merangkap Anggota Wantimpres RI Muhammad Hatta Rajasa, Sekretaris merangkap Anggota Wantimpres RI Muhammad Qodari, serta para Anggota Wantimpres RI, yakni Sinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Yahya Cholil Staquf, Jusuf Wanandi, Budi Gunawan, Bambang Soesatyo, Salim Segaf Al-Jufri, Soekarwo, Rocky Gerung, Ida Bagus Purwalaksana, Philip Kuntjoro Widjaja, Budi Santoso Tanuwibowo, Anwar Usman, Mohammad Hatta, Jusuf Hamka, Dato’ Sri Tahir, Margarito Kamis, Jacklevyn F. Manuputty, dan Ignasius Jonan. Menteri Keuangan Suahasil Nazara turut didampingi Wakil Menteri Keuangan Luky Alfirman dan jajaran Kementerian Keuangan.

x|close