Hutan Gunung Ciremai Kebakaran, Ini yang Dilakukan KDM

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 10:02
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat diwawancarai wartawan di Alun-alun Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu, 24 Juni 2026. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat diwawancarai wartawan di Alun-alun Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu, 24 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menyiapkan langkah lanjutan untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Ciremai, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Dalam upaya penanganan tersebut, sebanyak 1.000 personel gabungan dikerahkan. Selain itu, helikopter dengan metode waterbombing atau pengeboman air dari udara disiapkan untuk membantu memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Dedi Mulyadi mengatakan, penanganan kebakaran sejauh ini berjalan dengan baik. Api dilaporkan telah berhasil diisolasi sehingga tidak lagi menjalar ke kawasan hutan lain.

"Penanganan kebakaran hutan di Ciremai sudah berjalan dengan baik. Satu, apinya sudah tidak menjalar ke kawasan hutan, sudah berhasil diisolasi," kata KDM.

Meski penyebaran api telah berhasil dikendalikan, langkah pemadaman lanjutan tetap disiapkan untuk memastikan titik-titik kebakaran dapat ditangani dan risiko meluasnya api bisa ditekan.

Pemprov Jabar Koordinasi dengan Kementerian Pertahanan dan TNI

Untuk mempercepat penanganan kebakaran, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Kementerian Pertahanan dan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Koordinasi tersebut dilakukan guna mendukung pengerahan helikopter yang akan membantu proses pemadaman dari udara melalui metode waterbombing.

KDM menjelaskan, langkah koordinasi dilakukan setelah dirinya meninjau langsung kawasan Gunung Ciremai yang terdampak kebakaran. Setelah peninjauan tersebut, ia menghubungi Wakil Menteri Pertahanan untuk meminta dukungan penanganan kebakaran.

Komunikasi kemudian dilanjutkan dengan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) pada malam harinya untuk mempercepat dukungan operasi pemadaman dari udara.

Helikopter Disiapkan untuk Operasi Waterbombing

Helikopter yang disiapkan dijadwalkan bergerak dari Bogor menuju sejumlah titik pendaratan di Jawa Barat sebelum melaksanakan operasi pemadaman.

Melalui metode waterbombing, helikopter membawa air untuk dijatuhkan dari udara ke area yang terbakar. Metode ini dapat membantu petugas menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat, terutama di kawasan hutan dengan medan terjal.

Pengerahan helikopter diharapkan dapat mendukung upaya personel gabungan di lapangan, khususnya untuk menangani titik api yang masih membutuhkan pemadaman.

Namun, keberhasilan operasi tetap bergantung pada kondisi lapangan, cuaca, ketersediaan sumber air, serta koordinasi antara petugas darat dan tim udara.

Pemadaman Dilanjutkan untuk Mencegah Api Meluas

Penanganan kebakaran hutan Gunung Ciremai menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan wilayah hutan yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan dan ekosistem.

Keberhasilan mengisolasi api menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko kebakaran menjalar ke area lain. Meski demikian, pemantauan dan pemadaman lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali meluas.

Melalui pengerahan 1.000 personel gabungan serta dukungan helikopter waterbombing, Pemprov Jawa Barat berupaya mempercepat pengendalian kebakaran di kawasan Gunung Ciremai.

Perkembangan selanjutnya, termasuk realisasi pengerahan helikopter dan hasil pemadaman dari udara, masih perlu menunggu informasi terbaru dari pihak terkait.

Baca Juga: VIDEO: Kebakaran Terjadi di Area Parkir Mobil Duri Kosambi, Damkar Turun Tangan

x|close