Bahas Keamanan Kawasan, Pejabat Turki, Saudi dan Pakistan Temui Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 23:02
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. Di tengah demonstrasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu yang bertujuan untuk menghentikan permusuhan, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz sementara negosiasi diplomatik berlanjut menuju resolusi yang lebih permanen. Ilustrasi - Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. Di tengah demonstrasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu yang bertujuan untuk menghentikan permusuhan, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz sementara negosiasi diplomatik berlanjut menuju resolusi yang lebih permanen. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta  -Pejabat senior dari Turki, Arab Saudi, dan Pakistan dijadwalkan mengadakan pertemuan penting dengan jajaran pejabat tinggi Iran di Teheran guna membahas isu-isu strategis keamanan kawasan Asia Barat.

Ali Bagheri, Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengonfirmasi bahwa kunjungan para pejabat yang tergabung dalam inisiatif Aliansi Mekah ini merupakan bagian dari langkah kolektif untuk mendorong pembentukan kerangka kerja keamanan regional yang mandiri.

Delegasi tingkat tinggi yang hadir dalam pertemuan tersebut meliputi Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir, serta Kepala Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) Ibrahim Kalin, sebagaimana dikonfirmasi oleh sumber keamanan Turki kepada kantor berita Anadolu, dilansir Senin, 26 Oktober 2026.

Dalam lawatan ini, para delegasi diagendakan untuk melakukan pertemuan bilateral maupun multilateral dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei serta Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Ali Bagheri menegaskan bahwa secara prinsip, Iran menyambut baik dialog kawasan ini sekaligus konsisten menolak adanya bentuk intervensi maupun pengaruh dari kekuatan eksternal di Asia Barat.
 

Meski pihak Iran tidak secara spesifik merinci tanggal pelaksanaannya, sejumlah media lokal melaporkan bahwa rangkaian pertemuan penting tersebut dilangsungkan pada hari Senin.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Saudi untuk Diplomasi Publik, Raid Krimly, turut memberikan konfirmasi resmi melalui akun media sosial X. Ia menjelaskan bahwa lawatan ini merupakan wujud nyata dari upaya anggota Aliansi Mekah dalam meredakan eskalasi ketegangan di tengah krisis yang masih membayangi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Selain meredakan ketegangan, perundingan ini juga difokuskan untuk mendorong ruang dialog dan jalur penyelesaian secara diplomatik, termasuk memberikan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif mediasi yang selama ini dipimpin oleh Qatar dan Pakistan.

Krimly menambahkan, rangkaian kontak diplomatik tingkat tinggi ini mencerminkan komitmen kuat dan peran aktif para anggota aliansi dalam memperkuat stabilitas regional, serta tekad untuk terus bekerja sama dengan seluruh negara di kawasan demi tercapainya keamanan yang berkelanjutan.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close