Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh dan Pangkalan Militer Arab Saudi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 12:40
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip ftoo - Foto selebaran yang diberikan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan peluncuran misil yang diduga ke arah Mocha di Yaman, Minggu (9/8/2026). Arsip ftoo - Foto selebaran yang diberikan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan peluncuran misil yang diduga ke arah Mocha di Yaman, Minggu (9/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kelompok Pemberontak Houthi di Yaman secara terbuka mengeklaim telah melancarkan gelombang serangan militer terpadu menggunakan puluhan rudal balistik. Sasaran dari gempuran tersebut meliputi bandara utama Arab Saudi di ibu kota Riyadh serta dua fasilitas pangkalan militer strategis lainnya.

Klaim sepihak tersebut disampaikan pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertepatan dengan momentum pengumuman otoritas setempat terkait dibukanya kembali sebagian rute penerbangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, usai sempat ditutup selama dua pekan terakhir.

Juru bicara militer kelompok Houthi, Yahya Saree, membeberkan bahwa operasi serangan gelombang pertama secara spesifik menyasar Bandara Internasional King Khalid dan mengeklaim bahwa serangan tersebut berhasil “mencapai tujuannya”.

Ada pun pada operasi kedua, Saree menyebutkan bahwa sasaran serangan diarahkan ke area parkir pesawat, gudang penyimpanan amunisi, pusat komando dan kendali drone, serta berbagai fasilitas vital penunjang lainnya di Pangkalan Udara King Khalid yang berlokasi di kawasan Khamis Mushait, wilayah selatan Arab Saudi.
 

Tidak hanya itu, Saree juga mengklaim bahwa operasi ketiga melancarkan hantaman telak ke arah pangkalan angkatan laut Penjaga Perbatasan di Jizan, wilayah barat daya Arab Saudi. Ia mengeklaim insiden tersebut memicu jatuhnya korban jiwa dan luka-luka, meski ia enggan membeberkan secara rinci jumlah maupun data pasti para korban.

Seiring dengan klaim serangan tersebut, pihak Houthi kembali mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh maskapai penerbangan, staf serta karyawan bandara, hingga para calon penumpang untuk menghindari penggunaan Bandara Internasional King Khalid dengan dalih fasilitas vital penerbangan itu kini berstatus “tidak aman”.

Saree menegaskan bahwa kelompoknya akan terus melanjutkan kampanye serangan bersenjata ke wilayah teritorial Arab Saudi ke depannya.

Hingga berita ini disusun dan diturunkan, belum ada keterangan maupun tanggapan resmi dari pihak pemerintah Arab Saudi terkait kebenaran klaim serangan rudal balistik yang dilontarkan oleh kelompok Houthi tersebut.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close