Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyelipkan pesan tegas untuk pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus diadili. Hal tersebut menegaskan komitmen Menko AHY tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Jangan biarkan terjadi kerusakan, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang diakibatkan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Itu semua harus kita adili, itu semua harus kita tegakkan, karena alam kita, bumi kita, hanya satu,” ujar Menko AHY saat memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Nasional (UNAS) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Pernyataan Menko AHY tersebut pun mendapat tepuk tangan riuh dari para wisudawan yang hadir di JICC.
Dalam orasinya, Menko AHY menekankan pentingnya menyeimbangkan prosperity atau kemakmuran dengan sustainability atau keberlanjutan. Menurutnya, upaya mengejar pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan agar pembangunan tidak mengorbankan masa depan generasi berikutnya.
“Ketika kita mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan juga peningkatan kesejahteraan rakyat, harus dibarengi dengan agenda sustainability. Kita jaga bumi kita, lestarikan lingkungan kita,” kata Menko AHY.
Menko AHY juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab antargenerasi dalam menjaga kelestarian alam. Kerusakan lingkungan, termasuk akibat karhutla, tidak hanya berdampak pada kondisi ekosistem saat ini, tetapi juga berisiko bagi kehidupan anak cucu di masa depan.
“Jangan sampai kita tidak bertanggung jawab pada masa depan kita sendiri, anak cucu kita,” tuturnya.
Selain menekankan kepedulian terhadap lingkungan, Menko AHY berpesan agar para wisudawan mempersiapkan diri menghadapi perubahan dan ketidakpastian dengan memperkuat lima aspek utama, yakni kompetensi, kreativitas, karakter, kepemimpinan, dan kolaborasi. Kelima aspek tersebut menjadi bekal bagi generasi muda untuk terus belajar, beradaptasi, mengembangkan inovasi, serta berani mengambil peran dalam memimpin perubahan.
Suasana Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Nasional (UNAS) yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
“Jangan takut dengan perubahan dan ketidakpastian, seolah-olah semuanya mengerikan dan penuh kekhawatiran,” katanya.
Menko AHY berharap para lulusan UNAS mampu menerapkan ilmu dan kemampuan yang diperoleh selama pendidikan untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya berkontribusi terhadap kemajuan bangsa, tetapi juga ikut menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan demi masa depan generasi berikutnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Duta Besar RI untuk PBB Umar Hadi, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, anggota DPR RI Nasyirul Falah Amru, serta Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan.
Dalam kegiatan tersebut, Menko AHY didampingi Staf Khusus Menteri Koordinator Agust Jovan Latuconsina dan Herzaky Mahendra Putra.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyampaikan orasi ilmiah dan menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta menyeimbangkan kemakmuran dengan keberlanjutan (sustainability).