Netanyahu Hanya Butuh Empat Kursi Tambahan untuk Pertahankan Jabatan PM Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Okt 2026, 09:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpeluang kembali menduduki jabatannya setelah koalisi yang dipimpinnya mendekati jumlah kursi minimum untuk membentuk pemerintahan. Berdasarkan hasil sementara pemilihan umum (pemilu), koalisi Netanyahu masih membutuhkan empat kursi tambahan untuk mencapai mayoritas di parlemen.

Hingga pukul 12.34 waktu setempat, Komite Pemilu Israel telah menyelesaikan penghitungan 84,5 persen suara. Dari hasil sementara tersebut, koalisi pimpinan Netanyahu meraih 57 kursi, sedangkan partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot memperoleh 49 kursi.

Dilansir dari AFP, Kamis, 29 Oktober 2026, Perolehan tersebut berbeda dari pemilu sebelumnya, ketika Likud berhasil mengamankan 68 kursi parlemen. Hasil sementara kali ini menunjukkan penurunan sekitar 11 kursi dibandingkan capaian koalisi Netanyahu pada kontestasi politik terdahulu.

Menanggapi hasil penghitungan sementara, Netanyahu menilai blok politiknya masih memperoleh dukungan kuat dari masyarakat Yahudi dan Zionis.

Ia menyebut bloknya memiliki dukungan dari "mayoritas yang menentukan di antara publik Zionis dan Yahudi."

Baca Juga: Menko Polkam Beri Arahan kepada Personel Satgas di Papua

Untuk membentuk pemerintahan, sebuah partai atau koalisi harus mengantongi sedikitnya 61 kursi dari total 120 kursi di parlemen Israel. Dengan raihan sementara sebanyak 57 kursi, koalisi Netanyahu masih memerlukan empat kursi lagi untuk memenuhi syarat mayoritas tersebut.

Di sisi lain, Gadi Eisenkot memandang hasil sementara pemilu sebagai sinyal positif bagi perubahan politik di Israel.

"Masyarakat telah memilih perubahan," kata dia, dikutip CNN.

Sementara itu, partai-partai yang mewakili warga Arab-Israel, yakni Joint List dan Ra'am, secara keseluruhan mengalami penurunan perolehan menjadi 17 kursi.

Sejumlah partai lainnya juga belum berhasil melewati ambang batas parlemen. Partai Resevists tercatat memperoleh 2,7 persen suara, People of Israel meraih 1,6 persen, sedangkan Charedi Public hanya mendapatkan 0,2 persen.

Meski koalisi Netanyahu saat ini berada di posisi yang relatif menguntungkan, hasil tersebut belum bersifat final. Penghitungan suara masih berlangsung sehingga perolehan kursi masing-masing partai maupun koalisi masih berpotensi berubah.