Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi peserta didik, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi gizi dan pembentukan karakter disiplin di lingkungan sekolah.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq dalam program Suara Nusantara bertema Mengawal 2 Tahun Asta Cita yang disiarkan di Nusantara TV.
Menurut Fajar, cakupan penerima manfaat program ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data sinkronisasi terbaru, jumlah total siswa yang terjangkau saat ini telah berada di angka lebih dari 50 juta anak.
"MBG ini bukan semata-mata memberikan makan gratis, tetapi ini bagian dari edukasi gizi. Ini sudah hampir saya kira total siswa kita di atas 50 juta ya. Oke, sudah di atas 50 juta sekarang, ya ini sudah mendekati hampir 80 persen," ujar Fajar, di NT Tower, 29 Oktober 2026.
Baca Juga: Kemendikdasmen Masih Susun Skema Kantin Sekolah dalam Program MBG
Ia menjelaskan bahwa integrasi pendidikan gizi ke dalam proses kegiatan sehari-hari di sekolah menjadi elemen penting dalam pelaksanaan program tersebut. Validitas data penerima manfaat juga terus diselaraskan dengan data MBG yang ada guna memastikan efektivitas distribusi di lapangan.
"Dalam proses, itu memang masuk bahwa program MBG ini bagian dari proses pendidikan gizi buat anak-anak dari sekolah, gitu, dan ini terintegrasi," tambahnya.
Lebih lanjut, Fajar menyoroti pentingnya aspek non-makanan dalam pelaksanaan makan di sekolah. Pengawasan tidak hanya berhenti pada kandungan gizi pada menu yang disajikan, melainkan juga pada pembiasaan tata krama dan budaya tertib para siswa saat mengonsumsi makanan bersama.
"Oleh karena itu, kalau makan di sekolah bukan sekadar makannya, tapi bagaimana cara mereka makan? Bagaimana cara mereka membangun budaya tertib?" ungkap Fajar.
Wamendikdasmen berharap program strategis ini mampu membentuk habit atau kebiasaan positif jangka panjang bagi generasi muda Indonesia. Melalui pembiasaan harian di sekolah, para siswa diharapkan terbiasa mengonsumsi makanan sehat sekaligus memiliki kedisiplinan yang tinggi.
"Yang ingin kita bangun adalah habit-nya. Habit makan tertib, habit makan sehat. Dan ujungnya adalah sehat, sebenarnya," pungkasnya.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq dalam program Suara Nusantara di Nusantara TV. (Foto: Toga Ibnu Pratama)