BGN Copot Kepala SPPG di Bogor dan Cirebon, Ahli Gizi Dipecat Usai Ratusan Orang Keracunan MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 13:57
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip - Sejumlah siswa saat menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem uji coba prasmanan di MTS Muhammadiyah Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Senin (12/10/2026 Arsip - Sejumlah siswa saat menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem uji coba prasmanan di MTS Muhammadiyah Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Senin (12/10/2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi kepada pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga berkaitan dengan kasus keracunan massal di Bogor dan Cirebon. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dicopot, sementara tenaga ahli gizi dan ahli keuangan diberhentikan dari jabatannya.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan, langkah tersebut diambil setelah muncul dugaan kelalaian dalam pengadaan bahan makanan yang digunakan untuk menyajikan menu MBG. BGN juga telah mengirimkan tim investigasi untuk menelusuri penyebab kejadian, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di dapur yang bersangkutan.

"Terkait kasus kejadian menonjol di Bogor dan beberapa tempat sebelumnya, jujur saja saya sedih dan menyesalkan adanya kejadian tersebut. Terkait kasus Bogor, kami sudah kirim tim dan saya sudah berkoordinasi dengan Bupati, Kapolres, dan Dandim di Bogor," kata Sudaryono di Kantor Kemendagri, Senin (28/10/2026).

Menurut Sudaryono, salah satu dugaan yang tengah didalami adalah penggunaan bahan makanan yang sudah diolah sebelum dibeli oleh pihak dapur MBG. Praktik tersebut dinilai menyulitkan pengawasan terhadap proses pengolahan, kebersihan, hingga kelayakan makanan sebelum disajikan kepada penerima manfaat.

"Dugaan di Cirebon dan Bogor adalah dapur membeli bahan makanan barang jadi, bukan bahan mentah. Di Cirebon, mereka beli telur puyuh yang sudah matang dan terkelupas. Kita tidak bisa mengontrol kapan direbusnya, dikupasnya, kebersihannya, dan sebagainya. Di Bogor, diduga karena membeli bumbu kacang sate barang jadi. Kapan diuleknya dan kebersihannya tidak bisa dipastikan," ujarnya.

BGN kini masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab keracunan dan pihak yang bertanggung jawab. Sudaryono menegaskan, dugaan pembelian bahan makanan siap pakai tanpa pengawasan memadai merupakan bentuk kelalaian serius yang tidak akan ditoleransi apabila terbukti disengaja.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Persib Bandung vs Melbourne Victory

"Ini sedang kami periksa. Terkait nyawa dan kesehatan, saya tidak main-main. Siapa pun pemilik dapurnya, selama membahayakan dan ada kelalaian yang disengaja, wajib hukumnya ditutup permanen," ujarnya.

Selain mencopot kepala SPPG dan memberhentikan tenaga ahli terkait, BGN menghentikan sementara operasional dapur yang sedang diperiksa. Hasil investigasi nantinya menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan terhadap pengelola dapur tersebut.

"Tim investigasi sudah dikirim, CCTV diperiksa. Kepala dapur sudah saya copot, serta ahli gizi dan ahli keuangannya saya pecat. Dapur di-suspend untuk diinvestigasi. Membeli bahan makanan jadi itu adalah kelalaian yang disengaja," katanya.

Sudaryono menekankan bahwa pelaksanaan MBG harus mengutamakan keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Program yang ditujukan untuk meningkatkan pemenuhan gizi tersebut tidak boleh justru menimbulkan risiko bagi para penerimanya.

"Sekali lagi, saya tidak ingin main-main dengan urusan nyawa dan kesehatan. MBG ini Makanan Bergizi Gratis, jadi harus menyehatkan, bukan bikin orang sakit," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 426 orang dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG di Cirebon. Para korban kemudian mendapatkan penanganan medis.

Kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Bogor dalam dua kejadian yang berlangsung berdekatan. Keracunan pertama dilaporkan di Kecamatan Cisarua dengan 120 orang menjalani perawatan medis. Sementara itu, kejadian lainnya berlangsung di Kecamatan Dramaga.

Secara keseluruhan, jumlah korban keracunan menu MBG di dua wilayah Bogor dan Cirebon tersebut mencapai 1.027 orang berdasarkan angka yang tercantum dalam laporan masing-masing kejadian. BGN masih mendalami penyebab kejadian dan dugaan kelalaian dalam proses penyediaan makanan.

x|close