Ntvnews.id, Berlin - Aksi demonstrasi besar-besaran yang melibatkan kelompok Gen Z di sejumlah wilayah Jerman berakhir ricuh pada Sabtu, 21 Oktober 2026 Sejumlah orang bertopeng dilaporkan menjarah berbagai toko di Frankfurt, termasuk gerai penjualan senjata.
Demonstrasi tersebut digelar untuk menyuarakan tuntutan perbaikan sistem pendidikan, penurunan biaya hidup, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan. Aksi yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu awalnya berjalan damai sebelum kericuhan pecah pada malam hari.
Polisi menangkap salah satu orang yang diduga terlibat dalam penjarahan dan menyita dua senjata. Selain toko senjata, sejumlah toko sepatu olahraga dan parfum juga menjadi sasaran kelompok penjarah, menurut laporan media setempat.
"Kerusuhan hebat sedang terjadi. Jendela-jendela di sejumlah toko dihancurkan, bom molotov dilempar ke arah petugas darurat," demikian menurut polisi, dikutip dari AFP, Senin, 2 November 2026.
Baca Juga: DPR Pertanyakan Pengerahan TNI untuk Jaga Demo
Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Hesse, Roman Poseck, menyebut sekitar 100 orang yang tergolong ekstremis sayap kanan menyusup ke dalam demonstrasi di Frankfurt. Kehadiran kelompok tersebut diduga menjadi pemicu kericuhan.
"Sungguh memalukan bagaimana acara di Frankfurt ini berakhir," ungkap Poseck.
Baca Juga: Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Pengembangan Nuklir
Kericuhan serupa dilaporkan terjadi di beberapa kota lain, seperti Berlin, Hamburg, Cologne, dan Bonn.
Di Berlin, sejumlah kelompok melempari petugas kepolisian menggunakan telur dan botol pada malam hari. Sementara itu, bentrokan di Bonn menyebabkan beberapa anggota kepolisian mengalami luka-luka.
Di Hamburg dan Cologne, petugas layanan darurat menjadi sasaran lemparan kembang api, batu, serta botol. Untuk mengendalikan situasi, polisi mengerahkan meriam air guna membubarkan massa.
Gelombang demonstrasi juga tengah berlangsung di sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis dan Italia. Aksi-aksi tersebut umumnya membawa tuntutan serupa, mulai dari pembenahan sistem pendidikan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ilustrasi Demonstrasi Jerman (Antara)