Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Pengembangan Nuklir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial Arsip foto - Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial (Antara)

Ntvnews.id, Berlin - Kanselir Jerman Friedrich Merz meminta Iran menghentikan tindakan yang dinilai mengancam stabilitas kawasan. Desakan itu disampaikan setelah Merz berbicara melalui telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada Selasa, 13 Oktober 2026, menurut juru bicara pemerintah Jerman.

Juru bicara pemerintah Jerman, Stefan Kornelius, mengatakan kedua pemimpin tersebut membahas serangan terbaru kelompok Houthi yang didukung Iran, perkembangan situasi di Timur Tengah, serta upaya untuk mengakhiri konflik di kawasan tersebut.

“Kanselir mengecam sekeras-kerasnya serangan teroris terbaru yang dilakukan Houthi yang didukung Iran,” kata Kornelius.

Ia menambahkan, Merz dan Mohammed bin Salman memiliki pandangan yang sama mengenai perlunya menghentikan serangan tersebut sesegera mungkin.

“Kanselir dan putra mahkota sepakat bahwa serangan ini harus segera dihentikan," sambungnya, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 14 Oktober 2026.

Baca Juga: Kapal Dagang Iran Diserang di Selat Hormuz

Selain menyoroti serangan Houthi, Merz juga menekankan pentingnya mengakhiri blokade jalur pelayaran di Selat Hormuz dan Bab al-Mandab yang diberlakukan Iran dan Houthi, menurut Kornelius.

“Iran harus akhirnya terlibat dalam perundingan serius dan berhenti mengganggu stabilitas kawasan. Pada saat yang sama, Iran harus membuka Selat Hormuz secara permanen dan tanpa pembatasan serta menghentikan program nuklir militernya,” tambahnya.

Dalam percakapan tersebut, Merz dan Mohammed bin Salman turut membahas dampak konflik Timur Tengah terhadap harga energi di Jerman. Keduanya juga mendiskusikan langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk menjaga kestabilan harga energi di tengah situasi regional yang masih bergejolak.

TERKINI

Kebakaran Hantam Rumah di Koja, Warga Berhamburan

Metro Rabu, 14 Okt 2026 | 07:31 WIB

Kim Jong Un Pamer Rudal Baru, Disebut Mampu Jangkau Daratan AS

Luar Negeri Rabu, 14 Okt 2026 | 07:20 WIB

Operasi Pengangkatan Nodul Paru-paru Paus Leo XIV Berhasil

Luar Negeri Rabu, 14 Okt 2026 | 07:15 WIB

Trump Ragukan China dan Rusia Bantu Iran

Luar Negeri Rabu, 14 Okt 2026 | 07:05 WIB

China Jatuhi Hukuman Mati Tiga Anggota Sindikat Scam Myanmar

Luar Negeri Rabu, 14 Okt 2026 | 06:55 WIB
Load More
x|close