KAI Siapkan Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 19:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan anggaran sekitar Rp2 triliun untuk pembangunan layanan kereta api di Bali. Proyek transportasi tersebut direncanakan berupa kereta api atau trem yang pengerjaannya ditargetkan berlangsung selama dua tahun.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, pembangunan transportasi berbasis rel di Pulau Dewata akan dilaksanakan melalui dua tahap. Fase pertama menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Legian, sedangkan tahap berikutnya dilanjutkan dari Legian menuju Canggu.

Hal tersebut disampaikan Bobby setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 November 2026.

Baca Juga: BULOG dan Bapanas Perkuat Dukungan bagi Peternak Mikro, Sinergikan Penyaluran Jagung SPHP dan Pembelian Telur Rp30 Miliar

"Kami sampaikan anggaran yang untuk kereta Bali itu sekitar Rp2 triliun lebih," ujar Bobby usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Selain membahas pembangunan transportasi kereta di Bali, Bobby juga melaporkan perkembangan rencana revitalisasi Stasiun Gambir, Jakarta, kepada Presiden Prabowo.

Proyek tersebut akan mencakup pembenahan Stasiun Gambir sekaligus penataan kawasan Taman Monumen Nasional (Monas) agar keduanya terhubung dalam satu kawasan terintegrasi.

Untuk revitalisasi Stasiun Gambir, KAI juga memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp2 triliun. Pengerjaan proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2028.

"Kemudian untuk stasiun Gambir juga segitu (Rp2 triliun)," kata Bobby.

Dalam pengembangannya, revitalisasi Stasiun Gambir turut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarmoda transportasi. Salah satunya melalui pembangunan akses penghubung antara koridor timur di kawasan Gambir dan layanan MRT Jakarta yang berada di koridor barat.