Dirut KAI Bobby Sambangi Istana

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 17:04
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 November 2026 siang Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 November 2026 siang (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 November 2026 siang. Kedatangannya diketahui setelah menerima panggilan dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Bobby tiba sekitar pukul 14.40 WIB dengan mengenakan seragam putih berlogo KAI di bagian dada kanan serta celana panjang berwarna biru tua.

Saat ditanya mengenai tujuan kedatangannya, Bobby tidak memberikan penjelasan terperinci. Ia hanya menyebut kehadirannya di Istana merupakan tindak lanjut dari panggilan telepon Seskab Teddy.

"Dipanggil, dipanggil, di-call sama Seskab," ucapnya singkat.

Baca Juga: KPK Periksa Pejabat Pertanahan Bogor dan Petinggi Summarecon

Bobby juga mengaku belum mengetahui agenda maupun materi yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Ia kemudian bergegas memasuki Kompleks Istana Kepresidenan.

"Enggak tahu," ucap dia singkat seraya bergegas masuk ke dalam Kompleks Istana Kepresidenan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada PT KAI bersama Kementerian Perhubungan untuk merealisasikan pembangunan jalur kereta api Trans Sumatra. Proyek tersebut nantinya akan dilanjutkan dengan pengembangan jaringan kereta Trans Kalimantan.

Arahan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, pada akhir Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan harapannya agar pembangunan kedua jaringan kereta api tersebut dapat segera dimulai, bahkan memungkinkan untuk dikerjakan secara bersamaan.

"Habis Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, jalur kereta Trans Sumatra direncanakan membentang dari Bakauheni di bagian selatan hingga wilayah paling utara Pulau Sumatra.

Presiden menegaskan pembangunan jaringan transportasi tersebut menjadi salah satu target yang harus diwujudkan oleh PT KAI bersama Kementerian Perhubungan.