Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, memastikan pemerintah akan mengusut insiden penembakan yang menewaskan seorang warga dalam bentrokan di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.
Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap pihak yang melepaskan tembakan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Pemerintah juga memastikan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
“Dari pihak pemerintah sendiri sudah sepakat untuk dilakukan satu penyelidikan atas kasus penembakan ini. Siapa yang melakukan, siapa yang bertanggung jawab, dan akan dilakukan satu upaya penegakan hukum terhadap kasus ini,” kata Yusril di Banda Aceh, Kamis (5/11).
Yusril menyayangkan jatuhnya korban dalam bentrokan yang melibatkan anggota TNI dan warga tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal serta berharap para korban luka segera pulih.
Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi perhatian sekaligus bahan evaluasi pemerintah dalam menangani persoalan di Aceh. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama dalam menyikapi persoalan yang berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Suket Gibran Dibatalkan MA, PKS Sebut dari Pencalonan Saja Bermasalah!
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, Yusril mengaku telah berkomunikasi dengan Panglima TNI dan Kapolri. Ia juga berencana bertemu langsung dengan Pangdam Iskandar Muda guna mendalami kronologi dan persoalan yang melatarbelakangi bentrokan tersebut.
“Saya juga sudah bicara dengan Panglima TNI dan juga sudah bicara dengan Pak Kapolri, dan mungkin nanti saya akan bertemu dengan Pangdam Iskandar Muda untuk memperoleh kejernihan terhadap persoalan ini,” ujarnya.
Sebelumnya, bentrokan pecah ketika anggota TNI berupaya menurunkan bendera Bulan Bintang di Gampong Pulo Keunari. Situasi kemudian memanas setelah sejumlah orang melakukan perlawanan dengan melemparkan batu dan kayu ke arah personel TNI.
TNI AD dalam keterangan tertulisnya menyebut personel sempat melepaskan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa sebelum menggunakan munisi karet untuk mengendalikan situasi. Dalam insiden tersebut, TNI mencatat enam personelnya mengalami luka-luka. Sementara itu, 14 warga terluka dan satu orang meninggal dunia.
Korban meninggal diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.
Yusril berharap persoalan terkait pengibaran bendera Aceh dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog, bukan dengan kekerasan. Ia juga meminta seluruh pihak menahan diri agar bentrokan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Kami ingin semua Aceh damai. Supaya masalah ini kita segera carikan jalan keluarnya sehingga tercipta perdamaian di Aceh. Itu yang menjadi harapan kita bersama,” pungkas Yusril.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/10/2026). (Antara)