Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan rencana revitalisasi Stasiun Gambir yang akan disinergikan dengan penataan kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Proyek tersebut ditargetkan berlangsung selama dua tahun melalui dua tahapan pengerjaan.
Rencana revitalisasi itu menjadi salah satu agenda yang dibahas Bobby bersama Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Usai pertemuan, Bobby menjelaskan bahwa Presiden memberikan arahan untuk mempercepat pembenahan Stasiun Gambir sekaligus membangun kawasan terintegrasi di sekitar Monas.
"Barusan dipanggil Presiden membicarakan dua hal. Yang pertama adalah percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir, di mana nanti di Monas ini akan dibuat suatu kawasan yang terintegrasi semua," kata Bobby seusai rapat.
Baca Juga: Menko Airlangga: Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen, Lampaui China dan Korsel
Ia menjelaskan, pengerjaan proyek tersebut tidak hanya berfokus pada pembaruan fasilitas Stasiun Gambir, tetapi juga mencakup penataan kawasan Taman Monas agar kedua lokasi dapat terhubung dalam satu kawasan terpadu.
Bobby menyebut pelaksanaan revitalisasi Stasiun Gambir akan dibagi menjadi dua tahap dengan estimasi waktu penyelesaian secara keseluruhan sekitar dua tahun.
"Kami sampaikan bahwa untuk revitalisasi Gambir itu ada dua tahapan, kedua tahapan itu akan memakan waktu dua tahun," ucapnya.
Selain penataan kawasan, KAI juga menyiapkan konektivitas antara Stasiun Gambir dan layanan MRT Jakarta yang berada di sisi barat. Integrasi tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat yang menggunakan berbagai moda transportasi umum.
"Iya, kami sampaikan juga bahwa nanti antara koridor yang ada di timur yaitu di Stasiun Gambir, kemudian dengan MRT Jakarta di koridor baratnya, itu akan tersambung," ujarnya.
Menurut Bobby, rencana penyambungan kedua layanan transportasi tersebut telah masuk dalam perhitungan KAI. Meski demikian, ia belum memaparkan secara terperinci mekanisme maupun teknis pembangunan proyek revitalisasi tersebut.
Sebelumnya, KAI telah menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan transportasi publik di pusat Jakarta.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk mempertahankan peran Gambir sebagai pintu utama perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda dan meningkatkan kenyamanan penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan Stasiun Gambir mempertimbangkan letaknya yang strategis di jantung ibu kota. Lokasinya berdekatan dengan kawasan Monas, pusat pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, serta berbagai pusat kegiatan masyarakat.
"Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta," ujar Anne.
Berdasarkan kajian pengembangan New Gambir, kawasan tersebut dirancang menjadi pusat aktivitas perjalanan yang memadukan layanan mobilitas, hospitality, rekreasi, serta peningkatan nilai kawasan.
Konsep itu akan menempatkan Stasiun Gambir sebagai pusat konektivitas yang menghubungkan layanan kereta api jarak jauh, KRL, MRT, BRT, hingga kawasan Monas sebagai ruang aktivitas publik.
Anne menambahkan, pengembangan Stasiun Gambir merupakan bagian dari strategi KAI dalam memperkuat sistem transportasi publik yang saling terhubung di wilayah Jabodetabek.
"KAI melihat setiap stasiun memiliki peran masing-masing dalam satu sistem transportasi. Manggarai berperan sebagai pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir dikembangkan sebagai gerbang KA Jarak Jauh di pusat Jakarta serta bagian dari penguatan akses menuju kawasan strategis," kata Anne.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin (NTVnews)