console.log(1)

Kecelakaan Kereta Spanyol Tewaskan 69 Orang, Warga AS hingga Jepang Masuk Daftar Korban

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Nov 2026, 13:35
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Kereta api cepat Spanyol dihentikan hingga December imbas kecelakaan Penampakan puing-puing akibat tabrakan antara kereta cepat Renfe AVE dan kereta Iryo di Madrid, Provinsi Toledo, Spanyol, Rabu (28/10/2026). Kereta api cepat Spanyol dihentikan hingga December imbas kecelakaan Penampakan puing-puing akibat tabrakan antara kereta cepat Renfe AVE dan kereta Iryo di Madrid, Provinsi Toledo, Spanyol, Rabu (28/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Spanyol - Sebanyak 69 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tabrakan kereta cepat di Spanyol pekan lalu. Di antara para korban, terdapat empat warga negara Amerika Serikat (AS) serta masing-masing satu warga Kanada, Jepang, Argentina, Meksiko, Tunisia, dan Republik Ceko.

Proses identifikasi korban masih menjadi tantangan bagi tim forensik. Keluarga korban harus menunggu dengan penuh kecemasan karena sejumlah jenazah hanya dapat dikenali melalui pemeriksaan bagian-bagian tubuh yang ditemukan di lokasi kejadian.

Badan khusus yang dibentuk untuk menangani identifikasi korban, dengan melibatkan kepolisian dan tenaga ahli forensik, mengumumkan identitas 10 korban warga negara asing pada Minggu malam. Sebelumnya, otoritas telah mengonfirmasi kematian seorang warga Prancis, seorang warga Portugal, serta 54 warga Spanyol.

Dalam keterangan terbarunya, hampir seluruh korban telah berhasil diidentifikasi. Namun, masih terdapat tiga orang yang belum diketahui identitasnya.

Petugas layanan darurat melakukan evakuasi korban di lokasi kecelakaan kereta yang melibatkan kereta berkecepatan tinggi Renfe AVE dan kereta Iryo di Madrid, Provinsi Toledo, Spanyol, Rabu (28/10/2026). <b>(Antara)</b> Petugas layanan darurat melakukan evakuasi korban di lokasi kecelakaan kereta yang melibatkan kereta berkecepatan tinggi Renfe AVE dan kereta Iryo di Madrid, Provinsi Toledo, Spanyol, Rabu (28/10/2026). (Antara)

Baca Juga: 3 Perempuan Italia Masih Hilang Usai Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol

Otoritas juga masih menangani tiga laporan orang hilang, yang melibatkan dua warga Australia dan satu warga Jepang. Ketiganya belum dapat dipastikan keberadaannya karena keluarga telah menyatakan keinginan untuk datang langsung ke Spanyol guna membantu proses identifikasi.

"Kami masih menunggu kedatangan mereka di negara ini," demikian pernyataan badan tersebut, dikutip dari laman The Guardian, Senin 2 Oktober 2026.

Kecelakaan ini menambah daftar insiden serius transportasi kereta cepat di Spanyol. Peristiwa tersebut menjadi tabrakan kereta cepat kedua di negara itu sepanjang 2026, setelah kecelakaan di wilayah Andalusia pada Januari lalu yang merenggut 46 nyawa.

Insiden terbaru bermula ketika kereta yang dioperasikan perusahaan milik negara, Renfe, menabrak bagian belakang kereta yang sedang berhenti milik operator Iryo. Tabrakan terjadi di dekat Desa Urda, Spanyol bagian tengah, sekitar 130 kilometer di selatan Madrid.

Kecelakaan Kereta di Spanyol <b>(EL Pais)</b> Kecelakaan Kereta di Spanyol (EL Pais)

Baca Juga: Korban Selamat Kenang Detik-Detik Mengerikan Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol

Sebelum kejadian, gangguan pada sistem keselamatan otomatis menyebabkan operasional seluruh kereta di jalur sepanjang 63 kilometer dihentikan. Meski demikian, pusat kendali kemudian mengizinkan kereta Renfe kembali melanjutkan perjalanan, sementara kereta Iryo masih berada dalam posisi berhenti.

Peristiwa ini kembali memicu perhatian terhadap standar keselamatan jaringan kereta api Spanyol. Apalagi, kecelakaan tersebut terjadi menjelang pemilihan umum yang akan digelar pada 29 November 2026.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dari Partai Sosialis dijadwalkan kembali menghadapi pemilih dalam pemilu tersebut. Ia berupaya mempertahankan kekuasaannya setelah delapan tahun menjabat, di tengah hasil survei yang kurang menguntungkan bagi pemerintahannya.