AS Sanksi 10 Perusahaan Asing karena Diduga Dukung Operasional Armada Bayangan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 12:02
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Sebuah spanduk raksasa yang menampilkan gambar bendera Iran serta slogan berbunyi Arsip foto - Sebuah spanduk raksasa yang menampilkan gambar bendera Iran serta slogan berbunyi (Antara)

Ntvnews.id, Amerika Serikat - Departemen Keuangan Amerika Serikat pada Rabu, 4 November 2026 waktu setempat, resmi menjatuhkan sanksi tegas terkait Iran yang menyasar lima individu serta sepuluh entitas korporasi dari berbagai negara atas dugaan keterlibatan mereka dalam mendukung operasional armada bayangan Iran.

Berdasarkan daftar sanksi yang dirilis, individu yang dikenai sanksi meliputi seorang warga negara Rusia asal Tajikistan bernama Alisher Domullozhanov, serta empat orang warga negara India. Sementara itu, jaringan perusahaan yang turut dijatuhi sanksi tercatat berbasis di sejumlah negara, yakni India, Singapura dan Turkiye.

Di hari yang sama, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan kembali komitmen Washington untuk terus memutus segala bentuk jalur dukungan finansial maupun logistik bagi Iran.

"Seperti yang sudah kami sampaikan berkali-kali, di bawah Operation Economic Outcast, Anda berada di pihak kami atau melawan kami. Kami tahu di mana Anda berada, dan kami akan menjatuhkan sanksi kepada mereka yang terus mendukung rezim Iran baik melalui jalur darat, laut, ataupun udara," tulisnya melalui platform X.

Sebelumnya pada bulan Agustus lalu, Bessent telah memaparkan secara rinci mengenai strategi kampanye isolasi ekonomi yang secara khusus membidik Iran beserta negara-negara yang kedapatan menjadi pendukungnya.

Langkah penjatuhan sanksi bertubi-tubi ini dirancang dengan tujuan utama untuk memblokir setiap celah dan sumber pendapatan potensial yang selama ini menjadi penopang pendanaan bagi rezim Teheran.

(Sumber: Antara)