Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan melancarkan serangan terhadap satu atau dua target di Iran, termasuk fasilitas nuklir bawah tanah yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe.
Trump menyatakan Washington tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk melakukan serangan. Meski demikian, ia mengklaim militer AS mampu melaksanakan operasi tersebut dalam waktu singkat.
"Kita sudah melumpuhkan senjata nuklir mereka. Kita masih mengurus, saya kira, satu atau dua lokasi lagi. Kita bisa melakukannya dalam waktu 10 menit," ujar Trump di kediamannya di Florida, dilansir dari AFP, Senin, 2 November 2026.
"Anda mungkin bisa melihat Gunung Pickaxe, dan Anda harus mengurusnya. Kita bisa melakukannya dengan sangat cepat."
Trump bersama sekutu dekatnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, meyakini Iran tengah berupaya memulihkan kemampuan militer dan nuklirnya di fasilitas bawah tanah Gunung Pickaxe. Namun, pemerintah Teheran membantah tudingan tersebut.
Baca Juga: Trump Puji Penampilan Nicki Minaj saat Tampil Bersama di Michigan
Hingga kini, Trump belum menentukan apakah Amerika Serikat akan benar-benar melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan opsi militer masih terbuka, tetapi keputusan akhir belum diambil oleh Trump.
"Kita bisa mencapai tujuan militer jika kita mau. Dia belum membuat keputusan. Saya tak punya pengumuman soal itu dan kami tak menganggap ringan hal tersebut." ujar Rubio.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran, mulai dari Natanz hingga Isfahan, pada Juni tahun lalu. Washington dan Tel Aviv saat itu mengklaim serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas nuklir Iran.
Namun, Teheran membantah klaim tersebut. Iran mengakui sejumlah fasilitasnya terdampak serangan, tetapi menyatakan tingkat kerusakannya tidak sebesar yang diperkirakan AS dan Israel.
Iran Siapkan Respons Jika Diserang Kembali
Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. (Antara)
Di tengah ancaman serangan baru, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak kembali melancarkan operasi militer terhadap negaranya.
Ia menegaskan Iran telah menyiapkan langkah balasan apabila ancaman tersebut benar-benar diwujudkan.
"Ancaman dalam tingkatan atau jenis apapun harus ditanggapi dengan respons yang segera, berdampak, dan tak terbatas secara geografis," kata Mojtaba ke komandan senior militer di salah satu pertemuan, seperti diberitakan AFP.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan pertama Mojtaba bertemu langsung dengan sejumlah petinggi militer Iran. Hadir dalam agenda itu Kepala Staf Angkatan Bersenjata Ali Abdollahi, Kepala Angkatan Darat Amir Hatami, serta Komandan Garda Revolusi Islam Ahmad Vahidi.
Dalam kesempatan tersebut, Mojtaba juga menginstruksikan militer Iran untuk memperbarui daftar sasaran yang mencakup seluruh jenis aset Amerika Serikat, baik yang berwujud maupun tidak berwujud.
Amerika Serikat dan Israel sebelumnya melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Februari lalu. Serangan itu menewaskan Mojtaba, sejumlah anggota keluarganya, serta sejumlah pejabat tinggi pertahanan Iran.
Teheran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di sejumlah negara Arab. Iran juga mengambil langkah menutup Selat Hormuz sebagai bagian dari eskalasi konflik tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)