Iran Beri Peringatan Bakal Mundur dari NPT Jika Kembali Diserang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Nov 2026, 16:35
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Gambaran kecerdasan buatan mengenai bahaya radioaktif akibat penyalahgunaan nuklir. Ilustrasi - Gambaran kecerdasan buatan mengenai bahaya radioaktif akibat penyalahgunaan nuklir. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Iran secara terbuka melayangkan peringatan keras bahwa Teheran berpotensi menarik diri dari keanggotaan Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) apabila agresi atau permusuhan militer terhadap Republik Islam Iran kembali pecah di masa mendatang.

“Dalam hal nuklir, prioritas kami adalah untuk membahas hak-hak kami, bukan untuk menerima pembatasan pada pihak Iran,” ujar Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Mohsen Rezaei, dalam wawancaranya dengan televisi nasional Iran yang disiarkan pada Minggu (01/11). Ia menambahkan bahwa Teheran saat ini masih memantau situasi dan belum mengambil keputusan final mengenai posisi masa depan mereka di dalam kerangka NPT jika konflik kembali berkobar.

Wacana penarikan diri dari perjanjian internasional tersebut sebelumnya juga telah diisyaratkan oleh Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad, yang menyebutkan bahwa lembaga legislatif negara tersebut tengah mengkaji secara serius opsi keluar dari NPT. Senada dengan hal tersebut, anggota Presidium Parlemen Iran, Abbas Goudarzi, menilai bahwa langkah penarikan diri dari NPT merupakan opsi yang sangat realistis dan mudah untuk direalisasikan oleh Teheran.

Ketegangan nuklir ini mencuat di tengah rapuhnya situasi keamanan di kawasan menyusul eskalasi militer besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu, yang kemudian langsung dibalas oleh aksi pertahanan dari pihak Teheran.
 

Sebelumnya, Washington dan Teheran sempat menunjukkan secercah harapan damai setelah menyetujui penandatanganan memorandum untuk merintis proses pembahasan perjanjian perdamaian pada pertengahan Juni lalu. Namun, proses perdamaian tersebut kandas hanya berselang tiga pekan kemudian akibat kembalinya aksi saling serang antar-kedua negara.

Pihak Washington melayangkan tuduhan kepada Teheran karena dinilai berada di balik serangan terhadap sejumlah kapal komersial yang melintas di perairan strategis Selat Hormuz. Akibat rangkaian konflik dan eskalasi keamanan yang belum mereda tersebut, jalur pelayaran bebas di Selat Hormuz hingga saat ini dilaporkan masih ditutup.
 
(Sumber: Antara)