Ntvnews.id, Taheran - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa persyaratan yang ditetapkan Teheran harus dipenuhi sebelum perang dengan Amerika Serikat (AS) dapat diakhiri. Pernyataan tersebut disampaikan pemerintah Iran pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Dilansir dari Al Arabiya, Rabu, 27 Oktober 2026, Khamenei menyampaikan sikap itu saat bertemu dengan Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei. Dalam pertemuan tersebut, Rezaei melaporkan perkembangan situasi keamanan nasional serta berbagai langkah yang tengah dijalankan di sejumlah sektor.
Dalam kesempatan itu, Khamenei menekankan pentingnya menjaga hak dan kepentingan rakyat Iran, termasuk kepentingan yang disebut pemerintah sebagai “poros perlawanan."
Menurut pernyataan resmi pemerintah Iran, perlindungan terhadap kepentingan tersebut harus dilakukan dengan memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan para pejabat Iran sebagai dasar untuk mengakhiri konflik dengan AS.
Baca Juga: Ketua Parlemen Iran Pastikan Kondisi Kesehatan Khamenei Baik-baik Saja
Khamenei juga menegaskan posisi strategis Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dalam mengelola urusan negara. Ia menilai koordinasi antara berbagai lembaga, mulai dari sektor politik, ekonomi, kebudayaan hingga keamanan, menjadi hal penting dalam menghadapi situasi yang berkembang.
Selain persoalan keamanan dalam negeri, Khamenei menyoroti pentingnya menjaga stabilitas kawasan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengelolaan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis, serta penguatan hubungan dengan negara-negara tetangga berdasarkan kepentingan bersama.
Dalam pertemuan yang sama, Rezaei turut menjelaskan perkembangan kondisi Iran dan berbagai upaya pemerintah dalam menghadapi tantangan yang sedang berlangsung.
Pernyataan Khamenei disampaikan ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik Iran-AS masih berlangsung. Sejumlah negara di kawasan terus berupaya membuka ruang perundingan guna menurunkan ketegangan dan mendorong penyelesaian konflik.
Turki, Arab Saudi, Pakistan, dan Iran juga melanjutkan komunikasi diplomatik terkait keamanan regional. Pembahasan tersebut mencakup langkah-langkah meredakan ketegangan serta mendorong tercapainya penyelesaian konflik yang berkelanjutan.
Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. /ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)