Mesir Setujui Dukungan Militer untuk Arab Saudi, Houthi Deklarasi Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 07:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip ftoo - Foto selebaran yang diberikan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan peluncuran misil yang diduga ke arah Mocha di Yaman, Minggu (9/8/2026). Arsip ftoo - Foto selebaran yang diberikan oleh Pusat Media Houthi ini menunjukkan peluncuran misil yang diduga ke arah Mocha di Yaman, Minggu (9/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Kairo - Kelompok Houthi melontarkan kecaman terhadap keputusan parlemen Mesir yang menyetujui pemberian dukungan militer kepada Arab Saudi. Kelompok tersebut menilai langkah Kairo sebagai bentuk "deklarasi perang" terhadap Yaman.

"Mesir dan parlemennya menyatakan dukungan untuk apa yang disebut sebagai pertahanan Kerajaan Arab Saudi, dan dengan melakukan hal tersebut, mereka mendeklarasikan perang terhadap Republik Yaman," tegas anggota biro politik Houthi, Mohammed Ali al-Houthi, dalam pernyataan melalui Telegram, seperti dilansir dari AFP, Rabu, 28 Oktober 2026.

Persetujuan parlemen Mesir diberikan untuk membantu Arab Saudi memperkuat pertahanannya dari serangkaian serangan Houthi yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Keputusan tersebut diambil setelah Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi meminta persetujuan parlemen untuk memberikan dukungan militer kepada kerajaan tersebut.

Dalam pemungutan suara pada Senin, 26 Oktober 2026, parlemen Mesir menyetujui usulan tersebut dengan dukungan dua pertiga anggota dewan.

Baca Juga: KemenPPPA Koordinasi dengan Pemda Jatim Usut Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

"Memberikan wewenang kepada Presiden Abdel Fattah al-Sisi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung Kerajaan Arab Saudi," demikian pernyataan parlemen Mesir.

Sebelum keputusan tersebut disahkan, parlemen Mesir menggelar tiga pertemuan tertutup yang terbilang jarang dilakukan untuk membahas rencana bantuan militer itu. Proses pengambilan keputusan juga sempat mengalami penundaan pemungutan suara sebanyak dua kali.

Pekan sebelumnya, Al-Sisi telah meminta parlemen memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk mengirimkan bantuan militer ke Arab Saudi "jika diminta".

Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan terperinci mengenai jenis bantuan pertahanan yang akan dikirimkan Mesir. Negara tersebut diketahui memiliki salah satu kekuatan militer terbesar di dunia Arab, dengan ratusan ribu personel aktif, armada jet tempur, serta sistem pertahanan udara modern yang diperoleh dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, China, Prancis, dan Rusia.

Dalam pernyataannya pada Rabu (21/10), Al-Sisi menegaskan bahwa keterlibatan Mesir hanya ditujukan untuk menjaga keamanan wilayah Arab Saudi dan tidak dimaksudkan untuk melancarkan serangan terhadap Yaman.

"mempertahankan wilayah Arab Saudi, dan tidak mencakup serangan ke Yaman".

"Kita berbicara mengenai upaya mempertahankan wilayah dan perbatasan kerajaan tersebut," ucap Al-Sisi dalam pidatonya. Ia menambahkan bahwa prioritas utama pemerintah Mesir tetap mengupayakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

Keputusan parlemen Mesir tersebut berpotensi menambah ketegangan di kawasan, terutama di tengah meningkatnya serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Namun, pemerintah Mesir menegaskan bahwa dukungan yang direncanakan berfokus pada pertahanan wilayah kerajaan dan bukan operasi ofensif ke Yaman.

x|close