2 Tentara Israel Bunuh Diri dalam Sejam Usai Ditugaskan di Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 19:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi penangkapan anak-anak Palestina oleh tentara Israel. Ilustrasi penangkapan anak-anak Palestina oleh tentara Israel. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Informasi ini bukan untuk menginspirasi agar Anda melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang bisa membantu. Seperti psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental.

Dua personel militer Israel dilaporkan meninggal akibat bunuh diri dalam rentang waktu satu jam pada Kamis, 22 Oktober 2026 malam waktu setempat. Keduanya diduga mengalami tekanan psikologis setelah terlibat dalam operasi militer Israel di Jalur Gaza, Palestina.

Laporan media berbahasa Ibrani menyebutkan, kedua peristiwa tersebut terjadi di lokasi berbeda. Seorang tentara ditemukan meninggal di Netanya, wilayah utara Tel Aviv, sedangkan personel lainnya dilaporkan bunuh diri di kawasan selatan yang diduduki Israel.

Sejak Israel melancarkan agresi militer ke Palestina pada Oktober 2023, kasus bunuh diri di kalangan tentaranya dilaporkan mengalami peningkatan. Sejumlah kajian di Israel juga menunjukkan bahwa perang menimbulkan dampak serius terhadap kondisi kesehatan mental para personel militer.

Dikutip dari Middle East Monitor (MEMO), dampak psikologis tersebut berkaitan dengan keterlibatan tentara dalam operasi militer untuk memenuhi sasaran Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Gaza. Sasaran itu mencakup penghancuran Hamas, pembebasan sandera, serta pelucutan senjata kelompok Hizbullah di Lebanon.

Pada Januari 2026, Kementerian Pertahanan Israel mencatat hampir 40 persen kasus gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) di kalangan tentara sejak September 2023. Reuters melaporkan, angka tersebut diperkirakan melonjak hingga 180 persen pada 2028.

Baca Juga: Relawan Karhutla Tewas, DPR Minta Standar Keselamatan Dievaluasi

Kementerian Pertahanan Israel juga menyebutkan bahwa 60 persen dari 22.300 tentara atau personel yang menjalani perawatan akibat luka perang mengalami sindrom pascatrauma.

Sementara itu, komite parlemen Israel pada Oktober melaporkan terdapat 279 tentara yang mencoba bunuh diri selama periode Januari 2024 hingga Juli 2025. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Laporan komite itu juga mengungkapkan bahwa tentara tempur menyumbang 78 persen dari seluruh kasus bunuh diri di Israel pada 2024. Risiko bunuh diri maupun tindakan melukai diri sendiri dapat meningkat ketika trauma psikologis tidak memperoleh penanganan yang memadai.

Media Israel, Haaretz, turut melaporkan bahwa jumlah tentara yang bunuh diri sepanjang 2026 telah mencapai 21 orang. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah pada tahun sebelum agresi ke Gaza, yakni 12 orang.

Merespons persoalan kesehatan mental di kalangan personel militer, pemerintah Israel memperluas layanan perawatan psikologis, menambah anggaran, serta meningkatkan penggunaan pengobatan alternatif sebesar 50 persen.

Maccabi, penyedia layanan kesehatan terbesar kedua di Israel, melaporkan bahwa 39 persen anggota militer yang mendapatkan perawatan mengalami masalah kesehatan mental. Selain itu, 26 persen lainnya mencari informasi mengenai depresi dan mengkhawatirkan kondisi tersebut.

Di sisi lain, agresi militer Israel di Palestina sejak Oktober 2023 telah menyebabkan kehancuran luas terhadap permukiman dan fasilitas sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, serta kamp pengungsian.

Baca Juga: Rusia Siap Pulihkan PLTN Iran Usai Serangan AS-Israel

Dampak serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, melukai ratusan ribu orang, dan memaksa jutaan penduduk meninggalkan tempat tinggal mereka.

Para spesialis kesehatan mental juga mencatat dampak trauma berkepanjangan yang dialami warga Palestina. Anak-anak, misalnya, dilaporkan mengalami mimpi buruk berulang dan kesulitan berkonsentrasi akibat situasi konflik yang mereka hadapi.

x|close