Ntvnews.id, New York - Penilaian rahasia Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) mengungkap potensi Israel menghadapi perang saudara hingga mengalami keruntuhan negara akibat konflik internal yang terus memburuk.
Dokumen berjudul "Fracture From Within" tersebut memperingatkan bahwa perpecahan politik, ekonomi, dan sosial yang berlangsung di Israel dapat semakin dalam hingga menyebabkan negara itu terbelah bahkan mengalami kolaps.
Penilaian tersebut disusun pada Agustus oleh Red Cell CIA, sebuah unit yang memiliki tugas menguji dan menantang asumsi intelijen yang selama ini berlaku. Informasi mengenai dokumen itu dilaporkan Drop Site News berdasarkan keterangan dua sumber Amerika Serikat yang mengetahui isinya.
CIA sejauh ini tidak memberikan tanggapan ketika dimintai komentar oleh media tersebut.
Dalam penilaian itu, CIA menyoroti sejumlah tekanan yang terjadi di Israel menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang.
Berbagai persoalan yang menjadi sorotan mencakup tekanan ekonomi, meningkatnya belanja militer, ketidakpuasan terhadap pengecualian wajib militer bagi warga Yahudi ultra-Ortodoks, serta meningkatnya kekerasan yang dilakukan pasukan pendudukan di Tepi Barat, Palestina.
Baca Juga: Pemukim Israel Bentrok dengan Pasukan Israel di Tepi Barat
Upaya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mempertahankan kekuasaannya juga dinilai berpotensi memperbesar ketegangan politik sekaligus memicu persoalan konstitusional di dalam negeri.
Menurut penilaian tersebut, perang berkepanjangan di Gaza, Lebanon, dan Iran turut memperparah perpecahan yang sebelumnya telah ada. Kondisi itu semakin kompleks dengan kembalinya para tentara dari medan perang, yang sebagian di antaranya disebut mengalami trauma psikologis berat.
Persoalan mengenai kewajiban militer juga menjadi salah satu sumber konflik internal paling tajam. Ketidakpuasan terhadap kebijakan pengecualian wajib militer bagi pria ultra-Ortodoks disebut terus meningkat.
Selain persoalan domestik, penilaian CIA turut menyoroti semakin kuatnya isolasi Israel di tingkat internasional. Menurunnya dukungan Amerika Serikat terhadap Tel Aviv juga disebut sebagai salah satu faktor yang berpotensi memperburuk ketidakstabilan internal di Israel.
Bendera Israel/ist