Pemerintah Batalkan Konser Musisi Gospel Israel Houghton di Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Okt 2026, 16:21
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/10/2026). Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah resmi melarang penyelenggaraan konser seri tur musisi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton bersama grupnya, Israel & New Breed, yang dijadwalkan manggung di Jakarta pada 24 Oktober 2026 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, and Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan, keputusan pembatalan ini diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi lintas kementerian, lembaga, serta badan terkait untuk menimbang aspek keamanan nasional.
 
"Hal ini setelah kami melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian dan lembaga serta badan terkait sehubungan dengan rencana diadakannya pertunjukan musik yang berjudul 'Til The Whole World Knows Tour 2026' tersebut," ujar Yusril dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/10).

Langkah antisipatif ini ditempuh mengingat rangkaian tur tersebut telah memicu gelombang kontroversi di negara tetangga, seperti Malaysia, serta menjadi sorotan tajam sebagian masyarakat Indonesia. Berdasarkan penelusuran pemerintah, konser musik gospel serupa di sejumlah wilayah kerap disisipi agenda kampanye politik pro-Israel, termasuk seruan pernyataan dukungan seperti "I stand with Israel" di sela-sela acara.
 

Yusril menegaskan, narasi semacam itu sangat sensitif dan bertolak belakang dengan haluan politik luar negeri Indonesia yang secara konsisten mendukung kemerdekaan serta perjuangan rakyat Palestina.
 
"Kami tidak melarang pertunjukan musik, tidak mempersoalkan agama seseorang, silakan melakukan kegiatan keagamaan di sini, tetapi jika memang ada motif politik yang merugikan perjuangan rakyat Palestina, maka hal itu tidak sejalan dengan pikiran dan aspirasi dari masyarakat kita sendiri," ucapnya.

Selain alasan politis dan keamanan, pemerintah mencatat bahwa pihak promotor maupun manajemen artis yang bersangkutan belum pernah mengajukan permohonan izin penyelenggaraan resmi ataupun visa kunjungan kerja ke Indonesia. Kendati demikian, tiket konser yang sedianya dihelat di Grha Pengharapan, Jakarta, terpantau masih diperjualbelikan secara daring.

Dari hasil penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa kegiatan tersebut disponsori oleh promotor event organizer asal Kuala Lumpur, Malaysia, bernama Banyak Bagus Entertainment.
 

Dengan diputuskannya kebijakan larangan ini, pemerintah mengimbau seluruh platform penjualan tiket daring untuk segera menghentikan transaksi, membatalkan penjualan, serta melakukan pengembalian dana (refund) kepada masyarakat yang telanjur membeli tiket.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close