Relawan Karhutla Tewas, DPR Minta Standar Keselamatan Dievaluasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 15:05
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Aksi heroik Irwan Sandi, petugas BPBD OKI yang tak kenal lelah memadamkan karhutla sejak Juni 2026. Aksi heroik Irwan Sandi, petugas BPBD OKI yang tak kenal lelah memadamkan karhutla sejak Juni 2026. (Bakom RI)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI angkat bicara perihal tewasnya relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla. Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pemerintah untuk memberi perhatian kepada para petugas dan relawan di lapangan yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, pemerintah perlu memberi jaminan perlindungan keselamatan yang baik kepada mereka. Puan menyampaikan belasungkawa atas gugurnya sejumlah petugas dan relawan yang membantu pemadaman karhutla.

"Tentunya kita banyak berterima kasih atas dedikasi para petugas dan bantuan relawan dalam proses penanganan karhutla," ujar Puan, Jumat, 23 Oktober 2026.

Menurut Puan, rangkaian gugurnya petugas dan relawan itu memperkuat urgensi mempercepat pengendalian karhutla dan menjaga seluruh pihak yang menghadapi dampaknya, termasuk dampak dari asap kebakaran.

"Para petugas dan relawan yang membantu penanganan berangkat dengan harapan dapat menyelamatkan sesama dan kembali kepada keluarganya. Pengabdian itu perlu ditopang perlindungan yang dapat diandalkan," tuturnya.

Dia menjelaskan, banyaknya petugas dan relawan yang gugur menuntut negara untuk mengevaluasi standar operasional prosedur proses pemadaman karhutla, khususnya standar keselamatan bagi mereka yang terlibat membantu penanganan karhutla.

Baca Juga: Kemenkes Tangani 333.470 Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla

"Petugas dan relawan pemadaman karhutla adalah pahlawan kemanusiaan karena berjuang demi membantu keselamatan masyarakat. Pengorbanan mereka seharusnya mendapat perlindungan dan penghargaan yang layak dari negara," jelasnya.

Di samping itu, Puan turut menyampaikan penghargaan kepada perempuan yang turut menjadi relawan dalam penanganan karhutla.

Berdasarkan informasi yang ia terima, sejumlah petugas dan relawan gugur saat berjuang memadamkan api karhutla.

Ada 9 petugas dan relawan pemadaman karhutla gugur, terdiri dari 3 orang di Kalimatan Tengah, 5 orang petugas/relawan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Probolinggo, dan terbaru satu orang di Barito Kuala, Kalimantan Selatan, bernama Nurdin.

Bahkan seorang lansia yang membantu memadamkan karhutla untuk mencegah api menjalar ke permukiman di Samarinda, Kalimantan Timur, turut meninggal dunia.

x|close