Anggota Parlemen Malaysia Soroti Karhutla RI Pakai Bahasa Jawa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 07:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi, salahsatu sudut kota Kuala Lumpur, Malaysia Ilustrasi, salahsatu sudut kota Kuala Lumpur, Malaysia (ANTARA (Rosa Panggabean))

Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Anggota Dewan Rakyat atau Parlemen Malaysia, Kalam Salan, menggunakan bahasa Jawa saat menyampaikan kritik terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang menyebabkan kabut asap meluas hingga ke Malaysia. Ia berharap pesan yang disampaikannya dapat lebih mudah dipahami oleh pemerintah Indonesia.

Dilansir dari The Star, Jumat, 23 Oktober 2026, Kalam awalnya berbicara dalam bahasa Melayu saat membahas dampak kabut asap akibat karhutla Indonesia dalam rapat parlemen pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia mengatakan, kabut asap tersebut tidak hanya berdampak terhadap masyarakat Malaysia, tetapi juga warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara itu. Sejumlah perkebunan turut terdampak sehingga mengganggu aktivitas para pekerja.

"Orang Indonesia yang bekerja di ladang Malaysia pun terkena dampaknya. Bila tak bekerja, mereka tak dapat gaji, tak bisa kirim duit ke keluarga ke kampung halaman," ujarnya.

Kalam kemudian menanggapi pernyataan Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan mengenai hutan Indonesia yang selama ini disebut menyumbangkan oksigen bagi Malaysia. Ia menegaskan bahwa Malaysia juga memiliki hutan dan pepohonan yang menghasilkan oksigen.

"Janganlah masalah ini sebagai bahan lelucon dengan mengklaim bahwa hutan Indonesia menyediakan oksigen bagi Malaysia. Apakah pepohonan di Malaysia terbuat dari plastik? Apakah pohon-pohon tersebut tidak bisa menghasilkan oksigen?" ujarnya.

Ia berharap Presiden Prabowo Subianto segera mempercepat penanganan karhutla. Kalam lalu beralih menggunakan bahasa Jawa karena menilai bahasa tersebut dapat membantu menyampaikan pesannya kepada pejabat Indonesia yang disebutnya banyak berasal dari Pulau Jawa.

"Biarlah saya dengan izin pimpinan dewan bercakap dalam bahasa Jawa. Assalamualaikum Pak Prabowo, pripun kabare? Paringi waras nggih? (Bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu)," ujar Kalam.

Dalam bahasa Jawa, Kalam kembali menguraikan dampak kabut asap terhadap kehidupan masyarakat Malaysia. Ia menyebut polusi udara tersebut membuat warga kesulitan bernapas, mengalami batuk, tenggorokan gatal, hingga sesak napas.

"Pak, asap songko kobongan alas kuwi nggawe wong Malaysia susah arep ambegan. Akeh sing watuk, tenggorokane podho gatel, lan sesek ambegane (Bapak, asap dari kebakaran hutan itu membuat orang Malaysia kesulitan bernapas. Banyak yang batuk, tenggorokannya gatal, dan napasnya sesak)," ujarnya.

Baca Juga: Bantu Atasi Karhutla, Malaysia Kirim Tiga Helikopter dan 52 Personel

Menurut Kalam, kabut asap juga mengganggu kegiatan pendidikan dan perekonomian di Malaysia. Sejumlah sekolah terpaksa ditutup, sektor pariwisata mengalami penurunan kunjungan, dan para pekerja kesulitan menjalankan aktivitasnya. Ia kembali menekankan bahwa WNI yang mencari nafkah di Malaysia turut menanggung dampak tersebut.

Kalam pun meminta Prabowo segera mengambil langkah untuk menghentikan kebakaran hutan agar persoalan kabut asap tidak terus berulang setiap tahun.

"Pak Prabowo, tulung masalah iki enggal ditangani. Kobongan alas kudu dipateni. Ojo meneh-meneh saben taun Malaysia lan Indonesia podho nandhang susah mergo asap. Kita kabeh pengin langit padhang gumebyar, udarane resik, ambegane lego, lan uripe sehat saklawase. Kulo matur nuwun, Bapak Presiden (Pak Presiden, tolong masalah ini ditangani. Kebakaran hutan harus ditangani. Jangan setiap tahun Malaysia dan Indonesia susah karena asap. Kita semua ingin langit cerah, udara bersih, napasnya lega, dan hidup sehat selamanya. Terima kasih Pak Presiden)," ujarnya.

Sugiono: Indonesia Memahami Dampak Kabut Asap

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono <b>(Kemenko PMK)</b> Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono (Kemenko PMK)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono merespons sorotan anggota parlemen Malaysia terkait kabut asap akibat karhutla di Indonesia. Ia mengatakan pemerintah memahami keresahan masyarakat negara tetangga karena Indonesia juga merasakan dampak langsung dari kebakaran tersebut.

"Kemudian yang kedua, tentu saja kita memahami karena sebagai bangsa kita juga merasakan dampak langsung, masyarakat kita merasakan dampak langsung dari karhutla ini," kata Sugiono di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Oktober 2026.

Sugiono menegaskan, masyarakat Indonesia menjadi pihak yang turut merasakan dampak besar dari karhutla. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi atas niat baik negara-negara tetangga yang menawarkan bantuan dalam penanganan kebakaran.

"Saya kira apa yang dirasakan oleh negara-negara tetangga juga yang paling pertama merasakannya adalah kita. Oleh karena itu, kita juga berterima kasih atas iktikad baik untuk membantu Indonesia," sebutnya.

Ia menambahkan, pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi dengan negara-negara tetangga untuk menangani persoalan tersebut. Koordinasi dilakukan melalui jalur diplomatik maupun komunikasi langsung antarkepala negara.

Di tingkat teknis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah melakukan koordinasi untuk mendukung upaya penanganan karhutla bersama pihak-pihak terkait.

"Tentu saja komunikasi dan koordinasi kita lakukan lewat berbagai jalur, baik itu jalur diplomatik maupun hubungan langsung antar kepala negara. Dan di sisi teknis, saya kira juga BNPB juga sudah melakukan langkah-langkah yang sifatnya koordinatif dalam rangka mengatasi situasi ini bersama-sama. Saya kira itu," ujarnya.

Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus mengoptimalkan penanganan karhutla sekaligus memperkuat koordinasi dengan negara-negara tetangga untuk mengatasi dampak kabut asap lintas batas.

x|close