Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, mengumumkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah cepat dengan mengaktifkan fasilitas rumah oksigen serta mendirikan posko-posko kesehatan darurat guna memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami bekerja sama dengan beberapa filantropi untuk melakukan pembagian masker, oksigen portabel, kemudian penyediaan rumah oksigen yang menggunakan fasilitas-fasilitas bangunan yang dibuat sedemikian rupa, sehingga kedap asap,” ujar Sugiono saat memberikan keterangan di Jakarta, pada Kamis (22/10).
Sugiono menegaskan bahwa fasilitas rumah oksigen tersebut dirancang secara khusus agar masyarakat, khususnya para penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan polusi asap, bisa mendapatkan akses pengobatan dan pemulihan kesehatan dengan mudah dan cepat.
“Dalam rangka melindungi kelompok rentan, terutama balita, pemerintah dalam hal ini BNPB, Dinas Kesehatan juga telah mengaktifkan kembali posko-posko kesehatan darurat di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” tambahnya.
Langkah taktis ini diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi intensif lintas sektor, termasuk menampung aspirasi serta masukan langsung dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) hingga fasilitas kesehatan di daerah-daerah yang terpapar langsung oleh bencana karhutla.
“Dari apa yang menjadi masukan mereka, satu hari kemudian Kemenkes juga sudah melakukan dropping peralatan, obat-obatan, vitamin yang dibutuhkan oleh daerah-daerah tersebut. Jadi, saya kira koordinasi yang dilakukan cukup baik, dan kita juga akan terus memperluas layanan ini di seluruh wilayah yang terdampak, dengan tentu saja fokus pada masyarakat rentan ISPA,” papar Menko PMK.
Sebagai wujud nyata dari kesiapan infrastruktur kesehatan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk mengerahkan sebanyak 477 unit rumah oksigen yang disebar di berbagai titik strategis seperti puskesmas, rumah sakit, serta fasilitas pelayanan umum lainnya.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, merinci bahwa sebaran 477 rumah oksigen tersebut mencakup 295 unit di Provinsi Kalimantan Tengah, 127 unit di Kalimantan Selatan, 35 unit di Kalimantan Barat, 8 unit di Kalimantan Selatan, 5 unit di Jambi, 4 unit di Riau, serta 3 unit di Sumatera Selatan.
Baca Juga: BPGMN Targetkan Perbaikan dan Pembangunan 7.000 Sumur Bor hingga 2027 untuk Cegah Karhutla
Berdasarkan data resmi yang dihimpun melalui laman pheoc.kemkes.go.id, situasi darurat kesehatan di tujuh provinsi dan 65 kabupaten/kota yang terdampak karhutla mencatat angka kumulatif kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang cukup mengkhawatirkan, yakni mencapai total 314.124 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 70.890 kasus di antaranya menyerang kelompok usia rentan, yakni balita (0–5 tahun), dengan penambahan harian yang tercatat mencapai 3.269 kasus baru per 20 Oktober.
(Sumber: Antara)
Menko PMK, Sugiono dalam konferensi pers tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jakarta pada Kamis (22/10/2026). (Antara)