Trump Tuduh Pemilu Brasil Penuh Kecurangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 04:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara kepada awak media sebelum menaiki Marine One di South Lawn Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara kepada awak media sebelum menaiki Marine One di South Lawn Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meragukan integritas pemilihan presiden Brasil yang baru saja digelar. Ia menyebut proses pemungutan suara tersebut tampak “dicurangi” dan “korup”, tetapi tidak menyertakan bukti untuk mendukung tuduhannya.

Trump menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan saat dalam perjalanan menuju kampanye pemilihan paruh waktu di Corinth, Mississippi, pada Senin. Ia dimintai tanggapan mengenai pelaksanaan pemungutan suara putaran kedua yang berlangsung sehari sebelumnya.

Komentar Trump muncul setelah Luiz Inacio Lula da Silva dinyatakan memenangkan pemilihan presiden Brasil. Lula unggul atas Senator Flavio Bolsonaro dengan perolehan 51,79 persen suara sah atau lebih dari 64 juta suara. Sementara itu, Bolsonaro mendapatkan 48,21 persen suara.

Baca Juga: OJK Tutup 1.199 Pinjol dan 250 Investasi Ilegal hingga September 2026

Trump mengaku tidak mendukung kandidat mana pun dalam kontestasi politik tersebut. Namun, ia menyatakan memiliki hubungan baik dengan Lula, yang kembali menduduki kursi kepresidenan Brasil setelah sebelumnya pernah memimpin negara itu.

Meski mengakui hubungannya dengan Lula berjalan baik, Trump tetap mempertanyakan proses pemilihan presiden Brasil. Ia menilai pelaksanaan pemungutan suara tersebut menimbulkan kecurigaan.

“Terus terang, pemilu itu tampak seperti pemilu lain yang dicurangi,” kata Trump kepada wartawan, dikutip dari Yeni Safak, Rabu, 28 Oktober 2026.

Trump kembali menegaskan bahwa dirinya tidak berpihak kepada salah satu kandidat dalam pemilihan tersebut. Ia juga menekankan bahwa tanggung jawabnya adalah memimpin Amerika Serikat, bukan mengurusi pemerintahan Brasil.

“Saya tidak menjalankan Brasil. Saya menjalankan AS. Saya menyukai Lula. Saya berhubungan sangat baik dengannya ... tetapi perpanjangan yang diberikan sangat aneh,” ujar Trump.

Pemilihan presiden Brasil rampung pada Minggu setelah berlangsung dalam dua putaran. Otoritas pemilu di Brasília telah mengesahkan hasil penghitungan suara yang memastikan kemenangan Lula dengan perolehan 51,79 persen, mengungguli Flavio Bolsonaro yang meraih 48,21 persen.

Hasil tersebut mengantarkan Lula kembali memimpin Brasil untuk masa jabatan keempat yang tidak berlangsung secara berturut-turut. Kemenangan itu sekaligus menjadi sorotan setelah Trump melontarkan tuduhan mengenai dugaan kecurangan dalam proses pemilihan, tanpa menyertakan bukti pendukung.

x|close