Ntvnews.id, Jakarta - Suasana mencekam menyelimuti kawasan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu, Kalimantan Timur, Kamis (5/11/2026) sore. Dua siswa MTs Darul Ihsan dilaporkan hilang setelah terseret arus deras Sungai Mahakam.
Kedua korban diketahui bernama Rafa Al Waris dan Sahal Amri, yang masing-masing berusia 14 tahun. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.40 WITA di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan sekitar Cafe Teluk Lerong.
Berdasarkan keterangan saksi mata, kedua siswa itu sempat terlihat berada di tengah perairan dan berjuang melawan derasnya arus sungai. Dalam kondisi tersebut, keduanya bahkan sempat melambaikan tangan sebagai tanda meminta pertolongan.
View this post on Instagram
Namun, derasnya arus Sungai Mahakam membuat keduanya kesulitan bertahan. Tak lama kemudian, Rafa dan Sahal dilaporkan tenggelam dan menghilang dari permukaan air.
Petugas Polresta Samarinda yang mendatangi lokasi kemudian melakukan pemeriksaan di sekitar tempat kejadian. Sejumlah barang yang diduga milik korban ditemukan di kawasan tersebut.
Barang bukti yang ditemukan antara lain satu stel pakaian gamis, celana bertuliskan nama Sahal, serta dua pasang sandal.
Koordinator Pos SAR Basarnas Samarinda, Aries Setiawan, mengonfirmasi bahwa tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian terhadap kedua korban. Namun, operasi penyisiran di perairan terpaksa dihentikan sementara saat malam hari.
Keputusan tersebut diambil karena kondisi gelap dan terbatasnya jarak pandang yang dapat membahayakan proses pencarian di tengah Sungai Mahakam.
Selama malam hari, tim SAR gabungan memfokuskan pemantauan secara visual dari daratan dengan bantuan lampu pencahayaan. Pencarian lebih intensif di perairan akan kembali dilanjutkan ketika kondisi memungkinkan.
Hingga informasi terakhir, kedua siswa MTs Darul Ihsan tersebut masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya aktivitas di sekitar Sungai Mahakam, terutama ketika kondisi arus sedang deras.
Baca Juga: Remaja Tewas Tenggelam di Sungai Cikeusal, Kondisinya Mengenaskan
operasi penyisiran air terpaksa ditunda sementara pada malam hari akibat terbatasnya jarak pandang, sehingga tim SAR gabungan memfokuskan pemantauan visual dari darat menggunakan bantuan lampu pencahayaan sebelum melanjutkan pencarian penuh. (Sapos)