Iran Sindir Trump Usai Partai Republik Tumbang di Pemilu Sela AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 13:51
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Sebuah spanduk raksasa yang menampilkan gambar bendera Iran serta slogan berbunyi Arsip foto - Sebuah spanduk raksasa yang menampilkan gambar bendera Iran serta slogan berbunyi (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Iran melontarkan sindiran kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyusul kekalahan Partai Republik dalam pemilihan sela atau midterm election. Hasil sementara menunjukkan Partai Demokrat unggul dalam perebutan kursi di Kongres AS.

Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, menyebut hasil pemilu tersebut sebagai kekalahan politik bagi Trump. Ia bahkan memperingatkan bahwa Iran siap memberikan tekanan lebih lanjut apabila AS kembali mengambil tindakan yang dianggap mengancam negaranya.

Dalam pernyataannya pada Rabu, 4 November 2026, Mohseni Ejei menyinggung kekalahan Trump dalam konflik maupun persaingan politik di dalam negeri.

"Trump kalah dalam perang dan politik, dan kami akan memberikan kekalahan lebih lanjut padanya," kata Mohseni Ejei, seperti dikutip Ynet News, Kamis, 6 November 2026.

Baca Juga: Mualem Temui Prabowo, Bahas Bendera Aceh hingga Dana Otsus

Berdasarkan hasil penghitungan sementara pemilu sela AS yang berlangsung pada 3 November, Partai Republik mengalami kekalahan di dua lembaga legislatif, yakni Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Hasil hitung cepat New York Times sejauh ini memperlihatkan Partai Demokrat memperoleh 54 kursi di Senat, sementara Partai Republik meraih 44 kursi. Adapun dalam perebutan kursi DPR, Demokrat mengumpulkan 238 kursi, jauh mengungguli Republik yang memperoleh 147 kursi.

Trump pada Rabu juga mengakui bahwa kekalahan Partai Republik di Kongres sebagian dipengaruhi oleh keputusannya melancarkan perang terhadap Iran. Kebijakan tersebut turut berdampak pada kenaikan harga bahan bakar di pasar global.

Sindiran terhadap Trump juga disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melalui unggahan di media sosial. Ia menilai hasil pemilu tersebut mencerminkan penolakan masyarakat AS terhadap konflik bersenjata.

"Amerika menyatakan TIDAK UNTUK PERANG, dan kami mendukung pesan ini," tulisnya.

Sementara itu, Juru Bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Hassan Ghashghavi, menilai hasil pemilu sela AS menunjukkan bahwa pengaruh politik Trump semakin melemah.

Ia juga menyinggung sejumlah pihak yang sebelumnya mengandalkan dukungan Trump, tetapi justru mengalami kekalahan dalam kontestasi politik.

"Sekali lagi terbukti bahwa payung dukungan yang diberikan Trump penuh dengan lubang. Siapa pun yang mengandalkan payung Trump akhirnya benar-benar basah kuyup, mulai dari Hongaria dan Brasil hingga kandidat kongres Amerika yang menerima dukungannya," ucapnya.