Antisipasi Puncak Hujan Februari 2027, Pemprov DKI Kebut Normalisasi Sungai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Nov 2026, 10:51
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat normalisasi sejumlah sungai sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir pada musim hujan 2026/2027.

Pengerjaan infrastruktur pengendalian banjir tersebut ditargetkan terus dikebut hingga Desember 2026, menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan puncak curah hujan di Jakarta terjadi pada Februari 2027.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa percepatan penanganan sungai menjadi salah satu fokus pemerintah daerah untuk mengurangi risiko banjir ketika intensitas hujan meningkat.

Hal itu disampaikan Pramono setelah memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 5 November 2026. Pertemuan tersebut membahas mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan 2026/2027.

Menurutnya, pembahasan mencakup potensi cuaca ekstrem, kesiapan infrastruktur pengendalian banjir, hingga pembagian tanggung jawab antarlembaga. Koordinasi lintas instansi diperlukan agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal dan seluruh unsur terkait siap bertindak saat kondisi darurat terjadi.

“Dalam rapat tadi dibahas secara detail apa yang menjadi tugas dan sekaligus dukungan yang dapat dilakukan seluruh pemangku kepentingan dan institusi yang ada di Jakarta,” katanya.

Baca Juga: Percepat Penanganan Banjir Padang, Tanggul Darurat Rampung hingga Normalisasi Sungai Dikebut

Berdasarkan pemaparan BMKG, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi turun dalam waktu yang lebih singkat. Situasi tersebut perlu diwaspadai karena dapat memicu genangan hingga banjir apabila daya tampung sungai dan saluran drainase tidak mencukupi untuk menampung debit air.

Sebagai upaya mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengintensifkan normalisasi sejumlah sungai, di antaranya Ciliwung, Angke, Krukut, dan Cakung Lama.

Pekerjaan di sejumlah aliran sungai itu terus dipercepat hingga akhir Desember 2026. Pemerintah berharap kapasitas pengendalian aliran air dapat ditingkatkan sebelum memasuki periode curah hujan tinggi pada awal 2027.

“Sekarang ini sampai dengan bulan Desember, Pemerintah DKI Jakarta akan terus melakukan normalisasi sungai-sungai yang ada, apakah itu Ciliwung, Angke, Krukut, Cakung Lama, dan sebagainya akan kita kebut untuk mudah-mudahan begitu bulan Januari mulai curah hujan tinggi dan kemudian Februari puncaknya," imbuhnya.

Pramono juga menyoroti potensi tingginya curah hujan di wilayah Jakarta Barat. Penanganan infrastruktur pengendalian banjir di kawasan tersebut terus diperkuat, termasuk melalui pembenahan Kali Angke dan Cengkareng Drain.

Selain mempercepat pekerjaan fisik, Pemprov DKI Jakarta turut memperkuat kesiapan personel dan sistem respons ketika terjadi bencana.

Pramono meminta koordinasi antara BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) terus ditingkatkan. Ketiga unsur tersebut memiliki peran penting dalam pemantauan kondisi cuaca, antisipasi genangan, serta penanganan situasi darurat.

Dukungan TNI dan Polri juga menjadi bagian dari strategi kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Koordinasi telah dilakukan agar personel dan sumber daya dari berbagai instansi dapat dimobilisasi sesuai kebutuhan apabila terjadi bencana.

Di sisi lain, Pramono mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur Forkopimda dalam mendukung upaya mitigasi banjir. Salah satunya melalui pendampingan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta terhadap pelaksanaan normalisasi sungai.

“Kami bersyukur karena dengan keterbukaan, saling percaya, dan saling mendukung, mudah-mudahan berbagai langkah antisipasi yang dilakukan dapat berjalan dengan baik,” katanya.