Ntvnews.id, Jakarta - Foto Sydney Opera House yang beredar di media sosial dengan klaim bahwa asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia telah mencapai Australia merupakan informasi keliru. Kedua foto tersebut ternyata merupakan dokumentasi kebakaran hutan di Australia pada 2019.
Klaim itu beredar melalui sebuah unggahan di media sosial X yang memperlihatkan dua gambar Sydney Opera House dalam kondisi samar akibat tertutup kabut asap.
Unggahan tersebut disertai narasi:
“Bikin malu! australia dikabarkan mulai tertutup asap tebal karena karhutla di indonesia”
Unggahan foto yang menarasikan asap karhutla Indonesia sudah sampai Australia. Faktanya, foto tersebut merupakan dokumentasi kebakaran hutan di Australia pada 2019, bukan foto dampak karhutla Indonesia pada 2026 (Antara)
Berdasarkan hasil penelusuran, kedua foto tersebut bukan menggambarkan dampak karhutla Indonesia pada 2026, melainkan peristiwa kebakaran hutan yang terjadi di Australia pada 2019.
Foto pertama memiliki kemiripan dengan gambar yang dimuat dalam artikel Reuters berjudul “How a mega fire spread toward Sydney”, yang diterbitkan pada 11 Desember 2019.
Keterangan dalam foto tersebut menjelaskan bahwa asap kebakaran hutan di negara bagian New South Wales menyelimuti kawasan pusat bisnis Sydney pada 10 Desember 2019.
Artikel itu juga menguraikan bahwa sejumlah titik kebakaran di wilayah utara Sydney membesar setelah angin menyatukan beberapa titik api menjadi satu kebakaran besar. Dampaknya, asap dan abu menyebar hingga menyelimuti Sydney, mengurangi jarak pandang, serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan yang juga dihadapi sejumlah negara, bukan hanya Indonesia.
Dalam pemberitaan pada Rabu, 4 November 2026, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyampaikan bahwa Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menjelaskan kebakaran hutan turut terjadi di negara lain, termasuk Australia dan Kongo.
Sementara itu, Pemerintah Australia justru memberikan bantuan untuk menangani karhutla di Indonesia. Berdasarkan laporan ANTARA pada Kamis, 5 November 2026, Australia mengirimkan dua pesawat beserta 20 personel ahli pemadaman kebakaran guna membantu penanganan karhutla di Kalimantan Timur pada 6–12 November 2026.
Bantuan tersebut terdiri atas satu pesawat C-130 Large Air Tanker untuk operasi pemboman air (water bombing) dan satu pesawat pemandu Cessna Citation.
Kepala BNPB Kristomei Sianturi menyampaikan apresiasi atas dukungan Australia tersebut sebagai bentuk kerja sama dan persahabatan antara kedua negara.
Dengan demikian, foto Sydney Opera House yang diklaim menunjukkan asap karhutla Indonesia telah mencapai Australia pada 2026 tidak sesuai dengan fakta. Foto tersebut merupakan dokumentasi kebakaran hutan di Australia pada 2019.
Klaim: Foto Sydney Opera House menunjukkan asap karhutla Indonesia sudah sampai Australia.
Rating: Hoaks.
(Sumber: Antara)
Arsip - Kabut asap akibat dari karhutla yang masih menyelimuti Kabupaten Kobar, Senin, 26 Oktober 2026. (Antara)