Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan duka cita atas meninggalnya tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) ketika menjalankan operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga orang prajurit TNI dalam operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah kemarin," kata Kristomei kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Selain menyampaikan belasungkawa, Kristomei mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada petugas yang masih menjalankan tugas penanganan karhutla di sejumlah daerah.
"Saya juga mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia, mari sama-sama kita bantu, mari sama-sama kita dukung saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan tugas dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," ujar dia.
Baca Juga: Menhut: Pemerintah Hadir dan Bertanggung Jawab Tangani Karhutla
Menurut Kristomei, masyarakat dapat membantu upaya penanganan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Tindakan tersebut berpotensi menghambat proses pemadaman api.
Sebelumnya, TNI Angkatan Darat mengirimkan personel untuk mengevakuasi delapan kru helikopter yang mengalami kecelakaan ketika menjalankan operasi pemadaman karhutla di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu, 4 November 2026.
Berdasarkan siaran pers resmi TNI AD, kecelakaan Helikopter Mi 17V5 milik Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) tersebut terjadi sekitar pukul 11.18 WIB. Sebelum mengalami kecelakaan, helikopter itu lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB untuk menjalankan misi penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Insiden terjadi ketika helikopter mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk keperluan operasi water bombing. Saat itu, helikopter mengalami kendala dalam penerbangan hingga akhirnya terjatuh ke sungai.
Baca Juga: Polri Terjunkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, TNI AD segera mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi terhadap seluruh kru melalui jalur udara.
"Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya," seperti dikutip siaran pers tersebut.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 5 November 2026. (Antara)