Pemilu Selandia Baru Usai, Partai Nasional dan Buruh Bersaing Rebut Kekuasaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Nov 2026, 09:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pemilu/ist Ilustrasi Pemilu/ist

Ntvnews.id, Wellington - Pemungutan suara dalam pemilihan umum Selandia Baru resmi berakhir pada Sabtu, 7 November 2026. Warga telah menggunakan hak pilih mereka untuk menentukan partai yang akan membentuk pemerintahan berikutnya.

Dilansir dari ABC News, Minggu, 8 November 2026, tempat pemungutan suara (TPS) mulai beroperasi pada Jumat pukul 09.00 waktu setempat dan ditutup pada Sabtu pukul 19.00 waktu setempat.

Proses penghitungan suara langsung dilakukan setelah TPS pertama menyelesaikan pemungutan suara. Radio New Zealand melaporkan hasil sementara diperkirakan diumumkan pada Sabtu, sedangkan hasil resmi atau final ditargetkan rampung paling lambat 27 November 2026.

Dalam kontestasi kali ini, persaingan utama berlangsung antara Partai Nasional yang saat ini memegang kekuasaan dan Partai Buruh yang berhaluan kiri tengah sebagai kekuatan oposisi utama.

Selain kedua partai tersebut, sejumlah kekuatan politik lainnya turut meramaikan perebutan kursi parlemen Selandia Baru.

Baca Juga: Preskom NT Corp Siap Dukung Program Pelestarian dan Pengembangan Budaya Batak

Partai-partai yang ikut bertarung di antaranya Partai Hijau, ACT New Zealand, dan New Zealand First. Sementara itu, sejumlah partai dengan basis lebih kecil, seperti Te Pati Maori dan Opportunity Party, juga ambil bagian dalam pemilihan.

Pemilu kali ini turut diwarnai kehadiran peserta baru, yakni Free Palestine Party. Partai tersebut membawa isu Palestina sebagai salah satu agenda utama yang ingin diperjuangkan dalam kontestasi politik nasional.

Pemimpin Free Palestine Party, Paul Hopkinson, sebelumnya mengatakan kepada media Anadolu bahwa partainya berupaya menjadikan persoalan Palestina sebagai perhatian penting dalam kampanye pemilu.

Hasil pemilihan ini akan menentukan komposisi parlemen sekaligus arah pemerintahan Selandia Baru untuk periode mendatang.