Ntvnews.id, Jakarta - Penyelenggaraan Batak Culture Summit 2026 yang digelar selama dua hari (6-7 November) di Nusantara Hall NT Tower Pulomas Jakarta, resmi ditutup dengan penegasan komitmen strategis dalam memperkuat akar budaya Batak dan kebudayaan nasional sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Ketua Intelektual Think Tank Batak Center sekaligus Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon, menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya harus berjalan beriringan dengan penguasaan teknologi mutakhir demi menopang visi pembangunan nasional.
Dalam pidato penutupnya (closing keynote speech), Nurdin menggarisbawahi bahwa seluruh gagasan dan riset yang telah dirumuskan selama dua hari penyelenggaraan summit harus segera dibukukan dan diwariskan secara terstruktur. Hal ini penting agar pelaksanaan Batak Culture Summit pada tahun-tahun mendatang memiliki landasan evaluasi yang matang dan berkelanjutan.
Di hadapan para tokoh nasional, pimpinan lembaga adat, dan ratusan cendekiawan yang hadir, Nurdin Tampubolon mengingatkan bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang senantiasa menghargai dan merawat keanekaragaman budayanya. Sebagai salah satu kelompok suku lima besar di Indonesia, masyarakat Batak memiliki rekam jejak panjang dalam memperjuangkan serta mengisi kemerdekaan Indonesia.
Namun, di era transformasi digital saat ini, semangat historis tersebut harus diterjemahkan ke dalam penguasaan teknologi modern seperti Artificial Intelligence. Nurdin menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam persaingan global tanpa melepaskan akar identitas kebudayaan.
"Satu negara yang baik adalah negara yang tetap menghargai budayanya. Batak ini sudah mewarnai kemerdekaan sejak zaman kemerdekaan, mengisi kemerdekaan, dan juga harus ikut dalam era persaingan global dengan teknologi artificial intelligence yang akan bisa membawa bangsa kita ini berdaya saing dengan bangsa-bangsa lain yang telah maju. Kita jangan sampai semangat kita orang Batak itu menurun, kita harus memberikan support dan dukungan yang konstruktif kepada pembangunan bangsa melalui budaya," ujar Nurdin Tampubolon.
Salah satu sorotan utama dalam Batak Culture Summit 2026 adalah pameran kain Ulos legendaris yang beberapa di antaranya berusia ratusan tahun. Nurdin mengapresiasi kerja keras panitia dan menegaskan bahwa langkah pelestarian Ulos tidak boleh berhenti pada ranah pameran semata, melainkan harus didorong menuju pengakuan tingkat dunia (link and match) yang memberikan dampak sosial-ekonomi nyata.
Selain pelestarian kain tradisional, Nurdin memaparkan keseriusan perumusan gagasan pendirian Museum Budaya Batak, baik di Jakarta maupun di kawasan Tapanuli sebagai wilayah asal kebudayaan Batak. Langkah ini telah dikomunikasikan langsung dengan pihak kementerian terkait dan memerlukan perancangan program yang matang.
Presiden Komisaris NT Corp yang juga Ketua Intelektual Think Tank Batak Center Nurdin Tampubolon beserta istri Lince Berliana Tobing berfoto bersama dengan jajaran pengurus Batak Center dan Panitia Batak Culture Summit 2026/Foto: Toga Ibnu Pratama
"Mengenai Ulos, bagaimana kita bisa menjadi satu kebanggaan dunia. Kita harus perjuangkan apa manfaatnya kepada bangsa dan negara serta kepada kita sendiri sehingga perjuangan ini tidak sia-sia. Yang kedua, bagaimana membuat Museum Budaya Batak, apakah itu di Jakarta atau di Tapanuli. Saya sudah pernah bicarakan dulu waktu kita ketemu dengan Pak Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan kita, dan menurut beliau sangat mendukung program tersebut. Untuk itu harus diseriusin dengan tim yang baik dan komunikasi yang efektif serta efisien dengan pemerintah," jelas Nurdin.
Baca juga: Menjaga Warisan Leluhur, Batak Culture Summit 2026 Perkuat Peradaban Batak
Sebagai wujud nyata kontribusi korporasi terhadap pelestarian seni dan budaya, Nurdin Tampubolon menyampaikan komitmen penuh NT Corporation dalam memberikan dukungan.
"Kami dari NT Corp akan siap untuk mendukung program-program lebih lanjut. Karya seni dan lagu yang bagus ini akan kita bawa ke tingkat yang lebih tinggi. Kita akan fasilitasi dari Nusantara TV, nanti kita buat satu acara khusus di Nusantara TV karena tempat ini dan beberapa fasilitas yang ada bisa dipakai untuk latihan bernyanyi di studio supaya hasilnya lebih maksimal," ujar Nurdin.
Dalam tatatan keorganisasian, Nurdin mendorong agar potensi ratusan cendekiawan dan pakar yang tergabung dalam jajaran Think Tank Batak Center dimaksimalkan melalui forum diskusi berkala. Diskusi rutin setiap satu atau dua bulan sekali dinilai efektif untuk mengawal pelaksanaan rekomendasi summit sebelum melangkah ke penyelenggaraan Batak Culture Summit berikutnya.
Bukan hanya itu, Nurdin mengusulkan agar Batak Culture Summit selanjutnya membuka ruang kolaborasi dan sinergi kebudayaan secara inklusif dengan merangkul suku-suku besar lainnya di Nusantara.
"Anggota Think Tank Batak Center ini ada ratusan orang, luar biasa. Marilah kita manfaatkan organisasi ini untuk melakukan rapat-rapat merumuskan sesuatu yang bermanfaat bagi Batak Center dan bangsa Indonesia. Untuk summit kedua nantinya, kita sudah harus rencanakan dengan matang agar budaya-budaya lain yang besar seperti Jawa, Sunda, Minang atau Sumatera Barat, dan lainnya bisa kita undang untuk berkolaborasi membangun sinergi," tambah Nurdin.
Menutup pidatonya, Nurdin Tampubolon mengajak seluruh elemen masyarakat Batak untuk senantiasa menjaga kekompakan dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Republik Indonesia. Seluruh program kebudayaan dan pengembangan SDM berbasis teknologi diarahkan untuk mendukung visi besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 sebagaimana dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Orang Batak harus menjadi salah satu suku yang dihargai, disenangi, dan diharapkan oleh bangsa ini untuk ikut berjuang membangun bangsa Indonesia yang maju, pintar, dan sehat sampai dengan tahun 2045, seperti apa yang diamanahkan oleh Presiden kita Pak Prabowo Subianto. Dengan ini, Batak Culture Summit 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup," pungkas Nurdin Tampubolon.
Presiden Komisaris NT Corp yang juga Ketua Intelektual Think Tank Batak Center Nurdin Tampubolon menyampaikan keynote speech di Batak Culture Summit 2026/Foto: Toga Ibnu Pratama