Demokrat Menang Pemilu Sela AS, Sejumlah Kandidat Cetak Sejarah Baru dalam Politik Amerika

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 13:33
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Logo Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat dan bendera AS terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 23 April 2025. (Foto: Dok/Dado Ruvic/Reuters) Logo Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat dan bendera AS terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 23 April 2025. (Foto: Dok/Dado Ruvic/Reuters)

Ntvnews.id,Los Angeles – Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan umum sela (midterm election) Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 3 November 2026, tidak hanya menjadi pukulan bagi Partai Republik, tetapi juga menghadirkan sejumlah catatan sejarah baru dalam perpolitikan Negeri Paman Sam.

Sejumlah kandidat dari kelompok masyarakat yang selama ini minim keterwakilan berhasil memenangkan kontestasi politik. Pencapaian tersebut menjadi salah satu sorotan di tengah kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela kali ini.

Dikutip dari Channel News Asia, Kepala Strategi organisasi nirlaba State Voices, Bill Shiebler, yang bergerak mendorong partisipasi masyarakat dan kesetaraan, menggambarkan hasil pemilu tersebut sebagai "penolakan besar terhadap kebencian dan perpecahan."

"Kita menyaksikan para pemilih yang semakin melihat diri mereka tercermin dalam sosok pemimpin yang mereka pilih, termasuk para pemimpin yang berasal dari komunitas yang kini mereka wakili," ujar Shiebler.

"Menurut saya, ini merupakan bagian dari demokrasi multirasial yang berjalan sebagaimana mestinya, bukan sekadar sesuatu yang baru," tambahnya.

Baca Juga: Spanyol Minta Bantuan Uni Eropa Selidiki Tabrakan Kereta Cepat yang Tewaskan 69 Orang

Salah satu pencapaian bersejarah terjadi di Georgia. Kandidat Partai Demokrat Keisha Lance Bottoms berhasil memenangkan pemilihan gubernur dan menjadi perempuan kulit hitam pertama yang terpilih memimpin negara bagian tersebut.

Mantan Wali Kota Atlanta itu mengungguli Rick Jackson, seorang miliarder yang berkecimpung di industri layanan kesehatan. Kemenangan Bottoms sekaligus mengakhiri dominasi Partai Republik atas kursi gubernur Georgia yang telah berlangsung lebih dari 20 tahun.

Catatan sejarah lainnya datang dari New Hampshire. Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Chris Pappas, memenangkan pemilihan Senat dan menjadi pria gay pertama yang secara terbuka terpilih sebagai senator Amerika Serikat.

Pappas telah menduduki kursi DPR sejak 2019. Melalui pernyataan di situs pribadinya, ia menekankan pentingnya kesetaraan serta perlindungan setiap warga negara dari perlakuan diskriminatif.

"Seharusnya tidak ada seorang pun yang mengalami diskriminasi karena siapa diri mereka atau siapa yang mereka cintai," tulisnya.

Sementara itu, New Mexico juga mencatat sejarah melalui kemenangan kandidat Demokrat Deb Haaland dalam pemilihan gubernur. Ia menjadi perempuan pribumi Amerika pertama yang berhasil terpilih untuk memimpin negara bagian tersebut setelah mengalahkan kandidat Partai Republik Gregg Hull.

Haaland berasal dari suku Laguna Pueblo. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri pada era pemerintahan Presiden Joe Biden. Ia juga tercatat sebagai orang pribumi Amerika pertama yang menduduki jabatan menteri kabinet di AS.

Sejumlah Pencapaian Bersejarah dalam Pemilu AS

Pencapaian lainnya terlihat dalam persaingan memperebutkan kursi Senat di Michigan. Politikus sayap kiri Abdul El-Sayed menjadi salah satu kandidat yang mendapat perhatian. Apabila berhasil memenangkan kontestasi tersebut, ia akan mencatat sejarah sebagai Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS.

Mantan pejabat administrasi medis itu memperoleh dukungan dari berbagai wilayah di Michigan melalui kampanye yang mengusung janji penyediaan layanan kesehatan gratis.

Di Texas, Gina Hinojosa juga menorehkan pencapaian tersendiri setelah memenangkan pemilihan gubernur. Ia menjadi perempuan Latina pertama yang terpilih untuk memimpin negara bagian tersebut.

Selain itu, Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries diperkirakan berpeluang menduduki jabatan Ketua DPR. Jika terwujud, Jeffries akan menjadi warga kulit hitam pertama yang memegang posisi tersebut sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Shiebler menilai berbagai hasil pemilu tersebut mencerminkan keinginan masyarakat AS untuk menjaga optimisme terhadap demokrasi sekaligus memperluas keterwakilan dalam pemerintahan.

"Ini merupakan pemilu bersejarah ketika masyarakat memutuskan untuk percaya pada diri mereka sendiri dan benar-benar berpegang pada harapan terhadap janji yang dimiliki negara ini. Mereka menolak upaya untuk membungkam suara masyarakat," ungkapnya.