Ntvnews.id, Madrid - Pemerintah Spanyol meminta dukungan teknis dari Badan Perkeretaapian Uni Eropa (ERA) untuk mengusut kecelakaan yang melibatkan dua kereta berkecepatan tinggi di dekat Urda, Spanyol tengah, pada 28 Oktober 2026. Insiden tersebut menyebabkan 69 orang meninggal dunia, menurut laporan Xinhua.
Kecelakaan bermula ketika kereta yang dioperasikan perusahaan milik negara, Renfe, menabrak bagian belakang kereta Iryo yang sedang berhenti. Iryo merupakan perusahaan operator kereta swasta di Spanyol.
Komisioner Eropa untuk Transportasi Berkelanjutan dan Pariwisata, Apostolos Tzitzikostas, mengonfirmasi bahwa otoritas penyelidikan Spanyol telah meminta bantuan ERA pada Rabu, 4 November 2026. Ia memastikan lembaga tersebut akan menyediakan dukungan teknis yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan.
Tzitzikostas menegaskan bahwa penyelidikan tetap berada di bawah kendali dan kewenangan penyidik Spanyol. Proses tersebut bertujuan untuk mengungkap berbagai fakta mengenai kecelakaan kereta tersebut.
Baca Juga: Seluruh 69 Korban Tabrakan Kereta di Spanyol Telah Diidentifikasi
Pada hari yang sama, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan penunjukan sementara Wakil Perdana Menteri Pertama sekaligus Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Usaha Carlos Cuerpo untuk memimpin Kementerian Transportasi dan Mobilitas Berkelanjutan.
Penunjukan itu dilakukan setelah Oscar Puente mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada Selasa, 3 November 2026.
Baca Juga: 3 Perempuan Italia Masih Hilang Usai Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol
Puente menyatakan pengunduran dirinya berkaitan dengan kecelakaan kereta besar kedua yang terjadi di Spanyol sepanjang tahun ini. Sebelumnya, tabrakan kereta juga terjadi di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, Spanyol selatan, pada 18 Januari 2026 dan menewaskan 46 orang.
(Sumber: Antara)
Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengumumkan pengunduran dirinya pada Selasa, 3 November 2026. menyusul dua tragedi kecelakaan serius kereta cepat dalam waktu kurang dari satu tahun, termasuk kecelakaan pada pekan lalu di Urda, Provinsi Toledo, yang menewaskan 69 orang dan melukai puluhan lainnya, menurut penyiar publik Spanyol RTVE. (Antara)