Sejumlah Negara Uni Eropa Tolak Usulan Status Keanggotaan Khusus Kanada

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Nov 2026, 10:07
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Markas besar Uni Eropa di Brussel, Belgia. Markas besar Uni Eropa di Brussel, Belgia. (Antara)

Ntvnews.id, Brussel - Sejumlah negara anggota Uni Eropa (UE) menentang usulan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang ingin memberikan Kanada status khusus sebagai "anggota asosiasi" dalam blok tersebut.

Kanselir Jerman Friedrich Merz bersama sejumlah pemimpin negara anggota UE meminta agar istilah tersebut dihapus dari rancangan deklarasi bersama menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa-Kanada selama dua hari yang dimulai pada Kamis (29/10) di Montreal, Kanada. Informasi tersebut disampaikan sejumlah diplomat kepada kantor berita dpa dan AFP.

Dalam naskah deklarasi terbaru, kedua pihak akhirnya hanya menyepakati upaya memperkuat "hubungan yang lebih erat", tanpa memberikan kedudukan khusus sebagai anggota Uni Eropa kepada Kanada.

Deklarasi tersebut telah memperoleh persetujuan seluruh negara anggota UE pada Rabu, 28 Oktober 2026 malam. Dokumen itu dijadwalkan diumumkan pada Jumat, 30 Oktober 2026, bertepatan dengan berakhirnya pertemuan tingkat tinggi.

KTT tersebut dihadiri Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, serta sejumlah anggota Komisi Eropa.

Baca Juga: Porsche Gandeng XPeng Demi Pertahankan Mesin Bensin di Tengah Aturan Emisi Uni Eropa

Wacana pemberian status "anggota asosiasi" kepada Kanada pertama kali disampaikan Ursula von der Leyen pada September lalu. Gagasan tersebut diutarakan dalam sebuah pidato yang turut dihadiri Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Namun, rencana itu mendapat penolakan dari sejumlah negara anggota UE. Salah satu keberatannya adalah perjanjian yang menjadi landasan hukum Uni Eropa saat ini belum mengatur bentuk keanggotaan khusus seperti yang diusulkan.

Sejumlah diplomat menyebut pemerintah negara anggota mempertanyakan kejelasan mekanisme kerja sama yang ditawarkan. Mereka juga menilai Komisi Eropa belum melakukan konsultasi secara memadai sebelum menyampaikan usulan tersebut.

Jerman, Prancis, dan Italia menjadi beberapa negara yang menyuarakan keberatan. Meski demikian, ketiga negara tersebut pada dasarnya tetap mendukung penguatan hubungan dengan Kanada.

Penolakan juga dipengaruhi penggunaan istilah "anggota asosiasi" yang sebelumnya muncul dalam pembahasan mengenai peluang Ukraina bergabung dengan Uni Eropa.

Friedrich Merz pernah mengusulkan status tersebut sebagai bentuk keanggotaan transisi bagi Ukraina sebelum memperoleh keanggotaan penuh. Melalui skema itu, Ukraina berpeluang menghadiri pertemuan tingkat tinggi dan forum para menteri UE, tetapi tidak mendapatkan hak suara.

Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa dikibarkan di Berlin, pada 9 Juli 2025.  <b>(Antara)</b> Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa dikibarkan di Berlin, pada 9 Juli 2025. (Antara)

Sementara itu, Ursula von der Leyen menggunakan istilah serupa untuk menggambarkan model kemitraan berbeda dengan Kanada. Hal ini karena Kanada tidak memiliki landasan hukum untuk bergabung sebagai anggota Uni Eropa berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Dalam rancangan deklarasi sebelumnya, Kanada direncanakan memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam konsultasi mengenai sejumlah kebijakan politik dan regulasi strategis UE melalui status anggota asosiasi.

Rincian bentuk kerja sama tersebut awalnya direncanakan untuk dibahas lebih lanjut sebelum penyelenggaraan KTT Uni Eropa-Kanada berikutnya pada 2027.

Menanggapi perdebatan mengenai istilah keanggotaan tersebut, Mark Carney berupaya meredakan polemik. Ia menilai penggunaan istilah tertentu bukan persoalan utama selama kerja sama yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kanada.

Kerja Sama Ekonomi hingga Pertahanan Tetap Diperkuat

Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai status khusus Kanada, Uni Eropa dan Kanada tetap berkomitmen memperluas kemitraan strategis di berbagai bidang.

Dalam deklarasi yang telah diperbarui, kedua pihak menempatkan inisiatif "Aliansi untuk Masa Depan" sebagai salah satu fokus utama. Istilah tersebut sebelumnya kerap digunakan Carney untuk menggambarkan arah hubungan Kanada dengan Uni Eropa.

Melalui inisiatif ini, UE dan Kanada berencana mengurangi hambatan perdagangan, mendorong kemudahan investasi, serta memastikan ketersediaan bahan baku penting, obat-obatan, dan teknologi ketika terjadi situasi krisis.

Kemitraan tersebut juga mencakup sejumlah sektor strategis, seperti energi, perlindungan iklim, kecerdasan buatan (AI), keamanan, dan pendidikan.

Kanada juga berpeluang mendapatkan akses lebih luas terhadap berbagai program Uni Eropa, khususnya dalam bidang penelitian, pendidikan, dan pertahanan.

Selain itu, kedua pihak berencana membentuk dewan ekonomi baru yang akan menjadi wadah pertemuan para pelaku bisnis dari Kanada dan negara-negara anggota UE.

Kerja sama di sektor energi turut menjadi perhatian melalui rencana penyusunan kajian kelayakan untuk meningkatkan ekspor gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari Kanada ke Eropa.

Meski demikian, sejumlah kesepakatan ekonomi dalam rancangan awal mengalami penyesuaian setelah mendapat keberatan dari negara-negara anggota Uni Eropa.

Salah satu perubahan terlihat pada penghapusan target khusus untuk memperdalam integrasi pasar keuangan. Rencana pemberian perlakuan istimewa bagi Kanada dalam kebijakan keamanan ekonomi juga tidak dipertahankan.

Sebagai gantinya, kedua pihak hanya menyepakati komitmen untuk mengurangi kemungkinan munculnya dampak negatif dari kebijakan masing-masing.

Upaya memperkuat hubungan antara Uni Eropa dan Kanada berlangsung di tengah meningkatnya ketidakpastian hubungan dengan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Perselisihan perdagangan, kebijakan tarif impor AS, hingga pernyataan Trump mengenai klaim teritorial memunculkan kekhawatiran di Kanada dan Eropa terhadap stabilitas hubungan dengan Washington.

Situasi tersebut mendorong kedua pihak untuk mengurangi ketergantungan terhadap negara lain sekaligus memperkuat kapasitas dalam melindungi kepentingan bersama.

Trump sebelumnya secara terbuka mengkritik rencana pemberian status anggota asosiasi UE kepada Kanada. Ia bahkan menyebut gagasan tersebut sebagai sesuatu yang "konyol".

Presiden AS itu juga mengisyaratkan kemungkinan mengambil langkah balasan apabila kerja sama Kanada dan Uni Eropa dianggap mengancam kepentingan Washington.

Trump bahkan mengancam akan memberlakukan tarif impor tinggi hingga menghentikan hubungan perdagangan dengan Eropa pada sejumlah sektor.

Meskipun rencana pemberian status keanggotaan khusus kepada Kanada akhirnya tidak dilanjutkan, kedua pihak tetap berupaya mempererat kemitraan di bidang politik, ekonomi, dan keamanan di tengah perubahan lanskap geopolitik dunia.