Banjir Aceh Barat Meluas, 12 Desa di Tiga Kecamatan Terendam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Nov 2026, 10:04
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Truk Tangki Pertamina di lokasi banjir Aceh Tamiang. Truk Tangki Pertamina di lokasi banjir Aceh Tamiang. (Dok. Badan Komunikasi Pemerintah)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, semakin meluas. Hingga Minggu (1/11/2026), genangan air telah merendam 12 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Pante Ceureumen, Sungai Mas, dan Woyla Barat.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan perkembangan banjir terus dipantau. BNPB juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah setempat untuk memastikan penanganan terhadap warga terdampak.

"BNPB memantau perkembangan banjir di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, yang hingga Minggu, 1 November 2026, dilaporkan meluas dan merendam 12 desa di tiga kecamatan, yaitu Pante Ceureumen, Sungai Mas, dan Woyla Barat," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut hingga menyebabkan sejumlah sungai meluap. Kondisi ini turut meningkatkan perhatian terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

"Berdasarkan informasi dari BPBD setempat, banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya sejumlah sungai. Kami berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak, kebutuhan penanganan darurat, serta potensi banjir susulan," ujarnya.

Baca Juga: IHSG Loyo di Awal November, Dibuka Melemah ke Level 5.038

BNPB mengingatkan warga yang bermukim di sekitar aliran sungai maupun kawasan rawan banjir agar tetap waspada. Masyarakat juga diminta segera mengikuti instruksi petugas apabila situasi berpotensi mengancam keselamatan.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan wilayah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan dan segera mengikuti arahan petugas apabila kondisi membahayakan keselamatan," ucapnya.

Sementara itu, pendataan terhadap dampak banjir masih berlangsung. BNPB menyebut informasi mengenai jumlah warga terdampak, pengungsi, serta kerusakan belum dapat dipastikan karena masih menunggu proses verifikasi.

"BNPB akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Data mengenai jumlah warga terdampak, pengungsi, dan kerusakan akan disampaikan setelah mendapatkan verifikasi resmi," lanjutnya.

Banjir Mulai Merendam Permukiman Sejak Sabtu Malam

Sebelumnya, banjir telah lebih dahulu menggenangi enam desa di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat. BPBD setempat menyebut luapan sungai setelah hujan deras menjadi penyebab genangan yang masuk ke permukiman penduduk.

"Banjir ini dipicu oleh luapan sungai setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Dharmawan di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, seperti dilansir Antara, Sabtu (31/10/2026).

Enam desa yang terdampak di Kecamatan Pante Ceureumen meliputi Gampong Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, dan Canggai.

Menurut Dharmawan, air mulai menggenangi rumah warga serta sejumlah akses jalan pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama dua hari berturut-turut.