Spanyol Tetapkan Berkabung Tiga Hari Usai Tabrakan Dua Kereta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Okt 2026, 06:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Kecelakaan Kereta Spanyol Kecelakaan Kereta Spanyol (Istimewa)

Ntvnews.id, Madrid - Spanyol menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari menyusul kecelakaan yang melibatkan dua kereta cepat dan menewaskan puluhan orang. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan tragedi tersebut menjadi duka bagi seluruh masyarakat di negaranya.

Dilansir dari AFP, Kamis, 29 Oktober 2026, Sanchez menyampaikan pernyataan tersebut ketika mendatangi lokasi kecelakaan di wilayah Castilla-La Mancha, Spanyol bagian tengah.

"Seluruh Spanyol sedang berduka," ujar Sanchez.

Sanchez turut menyoroti kecelakaan kereta tersebut yang disebut sebagai insiden serupa kedua di Spanyol sepanjang tahun ini. Ia menilai tragedi seperti itu seharusnya tidak terjadi di negara dengan kondisi seperti Spanyol.

Menurutnya, peristiwa tersebut sulit diterima, terlebih kecelakaan serupa kembali terjadi dalam kurun waktu satu tahun.

"Tidak dapat diterima bagi negara seperti Spanyol," ujarnya.

Baca Juga: Jelang Pemilu Sela, AS Instruksikan Negara Teluk Siaga Hadapi Iran

Sementara itu, Pemimpin wilayah Castilla-La Mancha, Emiliano Garcia-Page, melaporkan jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 64 orang. Ia juga memperingatkan bahwa angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses penanganan di lokasi kejadian.

"Kami mencatat sekitar 64 (korban tewas), namun jumlah ini kemungkinan besar akan terus bertambah," kata pemimpin wilayah Castilla-La Mancha, Emiliano Garcia-Page, kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu , 28 Oktober 2026.

Selain korban meninggal dunia, lebih dari 100 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Juru bicara pemerintah Castilla-La Mancha mengatakan kepada AFP bahwa sebanyak 58 korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Dari jumlah korban yang dirawat tersebut, 15 orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis.