Ntvnews.id, Brussels - Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, memutuskan melepaskan jabatannya setelah kecelakaan kereta cepat di wilayah Toledo menelan 69 korban jiwa dan menyebabkan sekitar 200 orang lainnya mengalami luka-luka. Keputusan tersebut diumumkan pada Selasa, menyusul tragedi yang terjadi pada pekan sebelumnya.
Laporan surat kabar El Pais menyebutkan, Puente mengutarakan pengunduran dirinya saat menghadiri sidang Komisi Tetap Kongres. Ia menilai rentetan kecelakaan transportasi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun menjadi alasan kuat bagi dirinya untuk mengambil tanggung jawab politik dengan meninggalkan jabatan menteri.
"Seorang Menteri Transportasi di negara seperti Spanyol tidak dapat terus menjabat setelah dua kecelakaan dalam waktu kurang dari setahun, sebagai bentuk tanggung jawab dan harga diri," kata Puente.
"Karena itu, keputusan saya merupakan keputusan yang didasarkan pada martabat politik dan harus dipandang demikian," ujarnya.
Baca Juga: Seluruh 69 Korban Tabrakan Kereta di Spanyol Telah Diidentifikasi
Puente mengungkapkan, dirinya sempat mempertimbangkan untuk menunda pengumuman pengunduran diri hingga hasil awal investigasi kecelakaan diterbitkan. Namun, ia akhirnya memilih menyampaikan keputusan tersebut lebih awal. Selain itu, Puente memastikan tidak akan mencalonkan diri sebagai kandidat utama Partai Pekerja Sosialis Spanyol di Valladolid pada pemilihan yang berlangsung 29 November mendatang.
Di tengah keputusannya mundur, Puente turut memberikan pembelaan terhadap kebijakan pemerintah dalam pengembangan dan pemeliharaan jaringan perkeretaapian nasional. Ia menepis anggapan bahwa pemerintah mengabaikan kondisi jalur kereta cepat yang menghubungkan Madrid dan Seville.
Garis Polisi tangkap pelaku pembunuhan
Sebagai bukti, ia menyebut pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar 780 juta euro, setara sekitar 873 juta dolar AS atau Rp15,83 triliun, untuk menjalankan program pembaruan infrastruktur pada jalur tersebut. Puente menegaskan bahwa pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap fasilitas perkeretaapian dan tidak membiarkannya terbengkalai.
Kecelakaan terbaru yang menjadi pemicu pengunduran dirinya berlangsung pada 28 Oktober di dekat Urda, Provinsi Toledo. Insiden tersebut melibatkan kereta cepat Renfe yang menabrak bagian belakang rangkaian kereta Iryo yang tengah berhenti.
Menurut penjelasan Puente, insiden bermula dari gangguan pada sistem perlindungan otomatis kereta yang menyebabkan rangkaian berhenti. Setelah kejadian tersebut, petugas pengendali perjalanan memberikan izin kepada kereta Renfe untuk kembali bergerak dengan kecepatan normal.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta Spanyol Tewaskan 69 Orang, Warga AS hingga Jepang Masuk Daftar Korban
Tragedi di Toledo bukan satu-satunya kecelakaan besar yang terjadi pada jaringan kereta cepat Spanyol sepanjang tahun ini. Pada Januari lalu, insiden serupa di jalur yang menghubungkan Madrid dengan Seville juga merenggut 46 nyawa.
Dua kecelakaan fatal dalam rentang waktu kurang dari setahun tersebut akhirnya menjadi latar belakang keputusan Oscar Puente untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Transportasi Spanyol.
(Sumber: ANTARA)
lokasi kecelakaan setelah dua kereta berkecepatan tinggi bertabrakan di Spanyol bagian tengah, yang menewaskan puluhan orang dan melukai banyak lainnya di Toledo, Spanyol, Rabu (28/10/2026). Sumber pemerintah menyampaikan kepada RTVE bahwa setidaknya 30 orang telah meninggal dunia. (ANTARA/Anadolu-@1vanta3 via X/pri.)