Ntvnews.id, Jakarta - Eks Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen (Purn.) Marthinus Hukom, melontarkan kritik tajam. Kritik disampaikan menanggapi dugaan makar yang melibatkan sejumlah anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Pernyataan itu disampaikan melalui status WhatsApp (WA) milik Marthinus, di tengah kabar penangkapan sejumlah jenderal polisi.
Marthinus menilai, dugaan keterlibatan oknum polisi di Indonesia, merupakan yang pertama kali dalam sejarah.
Baca juga: Prabowo Pecat Listyo dari KSP, Istana: Sedang Diproses Keppresnya
Ia lantas menyindir mantan pemimpin Polri jika kabar tersebut terbukti benar.
"Dalam sejarah dunia tidak pernah ada Kepolisian melakukan makar terhadap pemerintah. Tapi kalau desas-desus hari ini benar-benar adanya, yang katanya ada segelintir oknum kepolisian melakukan makar, maka Anda sebagai mantan pemimpin Polri telah mengubah sejarah dunia," tulis Marthinus dalam status WhatsApp-nya.
Dirinya pun menyebut dugaan makar tersebut sebagai catatan buruk bagi Polri.
"Dengan demikian semua prestasi Anda adalah prestasi nomor satu. Terkorup, terjelek, terusak dan terakhir adalah mencatat untuk pertama kalinya melakukan MAKAR," kata Marthinus.
Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebagai tersangka penyadapan Presiden Prabowo Subianto. Selain Sigit, penyidik Bareskrim juga menetapkan Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution dan mantan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Irjen Eko Hadi Santoso sebagai tersangka.
Sementara satu orang lainnya yakni SU, masih dalam pemeriksaan. Adapun penyadapan berlangsung pada tahun 2025-2026.
Selain Prabowo, penyadapan juga dilakukan terhadap pejabat negara, tokoh politik, media, tokoh ormas, LSM, dan para pengusaha.
Kepala BNN RI Komjen Pol. Marthinus Hukom menyampaikan penjelasan soal kasus narkoba jenis baru berkedok rokok elektrik dalam konferensi pers di Kantor BNN RI, Jakarta, Jumat 22 Agustus 2025. (ANTARA/HO-BNN) (Antara)