Komisi Eropa Pantau Ancaman Bom yang Ganggu Penerbangan di Eropa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Nov 2026, 22:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia (23/5/2025). Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia (23/5/2025). (ANTARA)

Ntvnews.id, Brussels - Komisi Eropa menyatakan sedang memantau laporan ancaman bom yang berdampak pada sejumlah penerbangan di Eropa.

Namun, lembaga tersebut mengingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan apakah insiden-insiden tersebut saling berkaitan.

Pada Selasa, 3 November 2026, seorang juru bicara Komisi Eropa menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan berkomunikasi dengan negara-negara anggota yang terdampak.

"Kami memantau situasi ini dengan cermat dan menjalin komunikasi dengan negara-negara anggota yang terdampak," kata seorang juru bicara (jubir) Komisi Eropa dalam sebuah respons yang dikirimkan melalui email kepada Xinhua.

Menurut juru bicara tersebut, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (European Union Aviation Safety Agency/EASA) juga terlibat dalam penanganan situasi ini.

Baca Juga: Komisi Eropa Jatuhkan Denda Rp18,2 Triliun kepada Google atas Pelanggaran DMA

"Setiap ancaman terhadap warga sipil tidak dapat diterima. Menjamin keselamatan dan keamanan warga tetap menjadi prioritas," ujar jubir tersebut.

Komisi Eropa belum menyimpulkan apakah berbagai insiden ancaman bom yang dilaporkan memiliki keterkaitan. Penyelidikan di tingkat nasional masih berlangsung dan menjadi kewenangan otoritas terkait.

"Masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah insiden-insiden yang dilaporkan tersebut saling berkaitan. Penyelidikan-penyelidikan nasional masih berlangsung dan menjadi tanggung jawab otoritas yang berwenang," ujar jubir itu.

Sekitar tujuh penerbangan penumpang yang menuju Polandia, Bulgaria, Italia, dan Spanyol menerima ancaman bom pada Selasa, 3 November 2026. Kejadian tersebut memicu pemeriksaan keamanan dan mengganggu operasional bandara untuk sementara waktu.

Baca Juga: Presiden Komisi Eropa Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump: Siap Ambil Langkah Balasan

Hasil pemeriksaan tidak menemukan perangkat peledak apa pun.

(Sumber: Antara)