Ntvnews.id, Roma - Puluhan ribu warga menggelar demonstrasi di berbagai wilayah Italia pada Jumat waktu setempat. Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut kenaikan upah, peningkatan kualitas layanan publik, serta memprotes mahalnya biaya hidup dan rencana penambahan anggaran belanja militer.
Dilansir dari Reuters, Senin, 2 November 2026, demonstrasi tersebut melibatkan puluhan ribu peserta yang didominasi kalangan pelajar dan pekerja.
Serikat pekerja akar rumput, Unione Sindacale di Base, menginisiasi aksi mogok kerja nasional selama 24 jam. Unjuk rasa dijadwalkan berlangsung di lebih dari 40 kota di Italia.
Aksi ini berlangsung setelah bentrokan antara demonstran dan polisi terjadi pada awal bulan ini. Dalam insiden sebelumnya, sejumlah pengunjuk rasa terlibat perkelahian dengan aparat, melakukan penjarahan toko, hingga merusak fasilitas umum. Meski demikian, demonstrasi kali ini secara umum berjalan damai, meskipun ketegangan sempat terjadi di sejumlah lokasi.
Di Turin, aparat kepolisian mengerahkan kendaraan meriam air untuk membubarkan kelompok pelajar dan aktivis sayap kiri yang berusaha mendekati barikade pengamanan di sekitar gedung prefektur.
Baca Juga: Dari Italia, Menag Nasaruddin Bawa Pesan: Indonesia Jadi Contoh Moderasi Beragama
Sementara itu, di Roma, massa menggelar pawai besar yang melintasi kawasan Colosseum. Para demonstran bahkan berencana mendirikan tenda dan bertahan di lokasi tersebut hingga akhir pekan. Dalam aksi itu, sejumlah tempat sampah ditempatkan di tengah jalan sebelum akhirnya dibakar.
Kantor berita Italia, ANSA, melaporkan bahwa pada malam hari sekelompok besar demonstran berupaya bergerak menuju gedung parlemen. Polisi kemudian mengerahkan kendaraan meriam air untuk menghalau pergerakan massa.
Akibat insiden tersebut, delapan orang diamankan setelah berulang kali berusaha menerobos barikade yang dipasang aparat kepolisian.
Di Milan, demonstrasi berlangsung dengan aksi long march menuju jalan lingkar kota. Massa kemudian mengakhiri perjalanan mereka di depan kampus Politecnico di Milano. Sejumlah demonstran terlihat membawa suar dan membakar beberapa benda selama berlangsungnya aksi.
Adapun di Genoa, sekitar 15.000 pekerja pelabuhan, pelajar, dan peserta aksi lainnya memadati kawasan pelabuhan. Demonstrasi tersebut merupakan bagian dari gelombang protes di sejumlah negara Eropa dan wilayah lainnya yang menolak pemanfaatan pelabuhan untuk pengiriman senjata.
Selain itu, para demonstran turut menyuarakan keprihatinan atas kematian para pelaut dalam berbagai konflik, mulai dari kawasan Teluk hingga Laut Hitam.
Gelombang demonstrasi belakangan ini juga meluas ke sejumlah negara Eropa lainnya, seperti Prancis, Spanyol, Belgia, dan Albania. Aksi tersebut dipicu berbagai persoalan sosial dan ekonomi, terutama meningkatnya biaya hidup yang semakin membebani masyarakat.
Arsip - Ilustrasi demo (Antara)