Bentrokan Polisi dan Demonstran Pecah di Paris, Gas Air Mata Ditembakkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Nov 2026, 09:21
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Polisi terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa dalam sebuah demonstrasi di tengah mobilisasi nasional terkait kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, dan pendanaan pendidikan di Paris, Prancis, Minggu (18/10/2026). Polisi terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa dalam sebuah demonstrasi di tengah mobilisasi nasional terkait kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, dan pendanaan pendidikan di Paris, Prancis, Minggu (18/10/2026). (ANTARA)

Ntvnews.id, Paris - Bentrokan antara aparat kepolisian dan sejumlah demonstran terjadi di Paris, Prancis, ketika aksi unjuk rasa mencapai titik akhir. Situasi memanas setelah gas air mata ditembakkan hingga memenuhi kawasan jalanan.

Dilansir dari AFP, Senin, 2 November 2026, puluhan demonstran berpakaian hitam dan mengenakan penutup wajah melakukan aksi anarkistis. Mereka menggunakan palu untuk membongkar batu trotoar, kemudian melemparkannya ke arah petugas kepolisian.

Selain itu, sejumlah bom molotov juga dilemparkan ke arah aparat keamanan. Polisi merespons serangan tersebut dengan menembakkan gas air mata dan melakukan beberapa kali upaya pembubaran massa menggunakan tongkat pemukul.

"Kelompok inti yang terdiri dari beberapa ratus perusuh di bagian belakang barisan pawai menyerang polisi dengan berbagai proyektil, termasuk bom molotov," ungkap pihak kepolisian Paris.

Baca Juga: 500.000 Orang Diperkirakan Turun ke Jalan dalam Demo Lanjutan di Prancis

Pihak kepolisian menambahkan bahwa aparat keamanan tengah berupaya mengendalikan situasi dan mengembalikan ketertiban di lokasi kejadian.

"Aparat sedang melakukan manuver untuk memulihkan ketertiban umum", tambah mereka.

Meski terjadi bentrokan, pihak berwenang menyebut secara keseluruhan proses pembubaran aksi unjuk rasa berlangsung relatif kondusif tanpa gangguan berarti di luar insiden tersebut.

Untuk mengantisipasi situasi yang semakin tidak terkendali, sebuah kendaraan meriam air juga telah disiagakan di sekitar lokasi yang ditetapkan sebagai titik akhir pembubaran massa.

Menurut kepolisian Paris, aksi unjuk rasa tersebut diikuti sekitar 70.000 orang.