Ntvnews.id, Lisbon - Ribuan warga menggelar aksi demonstrasi di Lisbon, Portugal, untuk mendesak pemerintah menyediakan hunian dengan harga terjangkau. Massa juga meminta pemerintah membatalkan rancangan undang-undang (RUU) yang menghapus pembatasan harga sewa tempat tinggal.
Para demonstran memadati Lapangan Rossio di pusat Kota Lisbon untuk menyuarakan tuntutan mereka di tengah kondisi ekonomi yang semakin memburuk.
Juru bicara gerakan Casa para Viver, Rita Silva, mengatakan gelombang protes tersebut menunjukkan besarnya tekad masyarakat untuk memperjuangkan hak atas tempat tinggal yang layak.
"Orang-orang menunjukkan ketekunan, kekuatan, dan tekad yang luar biasa setelah berminggu-minggu protes," kata Silva.
"Kami tak melihat ada kemauan dari pemerintah untuk mendengarkan. Demonstrasi akan terus berlanjut," lanjutnya seperti dilansir dari Reuters, Senin, 2 November 2026.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Portugal Luis Neves menyatakan pemerintah menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat melalui demonstrasi. Namun, ia berharap aksi tersebut berlangsung "tertib, sopan" dan "sesuai dengan hukum."
Baca Juga: Tanpa Cristiano Ronaldo, Portugal menang 4-2 atas Denmark
Perdana Menteri Portugal Luis Montenegro tetap menolak tuntutan pembatalan RUU tersebut. Meski demikian, ia membuka peluang untuk melakukan perubahan terhadap sejumlah pasal sebelum rancangan aturan itu menjalani pemungutan suara akhir dalam beberapa pekan mendatang.
"Partai-partai harus bergerak lebih dekat. Garis tindakan utama adalah program pemerintah," ujar Montenegro.
Menanggapi sikap pemerintah, Ketua Partai Sosialis Jose Luis Carneiro meminta Montenegro melibatkan kelompok oposisi dan masyarakat sipil dalam pembahasan rancangan undang-undang tersebut.
"Daripada dengan arogan memaksakan pandangannya, terkadang bahkan dengan nuansa otoriter," ujar Carneiro.
Krisis Perumahan Membebani Warga Portugal
Portugal telah menghadapi persoalan perumahan selama beberapa tahun terakhir. Krisis tersebut terutama dirasakan kelompok masyarakat muda yang semakin kesulitan mendapatkan tempat tinggal dengan harga terjangkau.
Sejak 2017, harga rumah di Portugal tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat. Sementara itu, biaya sewa hunian juga mengalami kenaikan hingga hampir dua kali lipat.
Kondisi tersebut mendorong gelombang demonstrasi terkait persoalan perumahan semakin meluas dalam beberapa pekan terakhir.
Namun, sejumlah aksi protes juga diwarnai tindakan represif aparat kepolisian. Petugas dilaporkan menggunakan kekerasan terhadap demonstran, termasuk memukul peserta aksi dengan pentungan.
Meningkatnya demonstrasi mencerminkan tekanan masyarakat terhadap pemerintah Portugal untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi lonjakan harga rumah dan biaya sewa yang semakin membebani kehidupan warga.
Demosntrasi di Portugal